Profile

Sahib Shihab sang bopper peniup seruling

Selain menjadi salah satu musisi jazz pertama yang masuk Islam dan mengganti namanya dari Edmund Gregorius di tahun 1947, Sahib Shihab juga merupakan salah satu bopper paling awal yang menggunakan seruling. Tetapi dia juga seorang solois yang fasih di alto serta bariton saksofon, yang terakhir menjadi instrumen yang paling sering dimainkannya.
Sahib Shihab kelahiran 23 Juni 1925, di Savanah, Georgia, AS, dan meninggal karena kanker hati pada 24 Oktober 1989, di Nashville, Tennessee, AS, diusianya ke-64.
Shihab pertama kali bekerja secara profesional dengan band Luther Henderson pada usia 13 tahun saat masih belajar dengan Elmer Snowden.
Pada usia 16 tahun, ia belajar di Boston Conservatory dari tahun 1941 hingga 1942, belajar dengan pemain trompet Roy Eldridge, dan kemudian bekerja sebagai pemain alto utama di band Fletcher Henderson (1944-1945), yang kala itu disebut sebagai Eddie Gregory.
Ia terlibat dengan gerakan bop awal, merekam beberapa sesi alto yang sekarang terkenal dengan Thelonious Monk untuk Blue Note Records di tahun 1947 sampai 1951.
Dia juga bermain dengan Art Blakey pada tahun 1949-1950 dan berada di band Tadd Dameron pada tahun 1949.
Shihab bermain dengan Dizzy Gillespie (1951-1952), Illinois Jacquet (1952-1955), dan band besar Oscar Pettiford pada tahun 1957.
Setelah tiba di Eropa bersama Quincy Jones pada tahun 1959-1960, ia tetap tinggal di sana karena kecewa dengan politik rasial di Amerika Serikat dan menetap di Skandinavia, pertama di Stockholm, Swedia dan dari tahun 1964 di Kopenhagen, Denmark. Dia bekerja untuk Politeknik Kopenhagen dan menulis skor untuk televisi, film, dan teater. Dia juga menulis balet berdasarkan dongeng penulis Denmark Hans Christian Anderson “The Red Shoes”.
Selama di Benua Eropa ia bermain di band seperti Kenny Clark-Francy Boland Big Band dan tetap menjadi anggota band selama 12 tahun. Dia terdengar menerapkan efek vokal tingkat lanjut pada karya serulingnya yang menarik di Kenny Clark- Francy Boland Big Band.
Di Denmark Shihab bermain dengan musisi lokal seperti pemain bass Niels-Henning Ørsted Pedersen. Dan bersama pianis Kenny Drew, dia menjalankan perusahaan penerbitan dan perusahaan rekaman.
Pada 12 Agustus 1958, Shihab adalah salah satu musisi yang di potret oleh Art Kane dalam photo yang dikenal sebagai “A Great Day in Harlem”.
Pada tahun 1973, dia kembali ke AS selama tiga tahun absen, bekerja sebagai session man untuk artis rock dan pop juga melakukan beberapa copy writing untuk musisi lokal.
Dia menghabiskan sisa tahun antara New York dan Kopenhagen dan bermain dalam kemitraan dengan Art Farmer. Shihab juga memimpin kombo jazz-nya sendiri yang disebut “Dues”.
Shihab juga merekam beberapa album sebagai pimpinan selama beberapa dekade untuk Savoy, Argo, Atlantic, dan Chess Records.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker