Profile

Black Midi

Ada banyak arah yang bisa diambil oleh kelompok Black Midi untuk maju dari debut album mereka yang terkenal, “Schlagenheim” (2019) rasa misteri seputar post-funk yang dibesarkan di London belum memudar sejak mereka muncul di panggung hanya beberapa tahun lalu.
Black Midi begitu menawan, eksplorasi harmonik band dan penambahan saksofon menunjukkan ketangkasan mereka sebagai penulis lagu di berbagai genre. Ini paling jelas dibandingkan dengan orang-orang sezaman mereka di kancah post-funk London selatan, di mana orang lain telah menggunakan jazz hampir dengan malu-malu.
Black Midi berusaha keras untuk menantang format rock standar. Karena itu album barunya, ‘Cavalcade” adalah rekaman yang memodersasi fusion jazz.
Band ini membangun elektisisme yang ada dengan setia pada esiensi mereka sambil mendorong batasan mereka sendiri.
Black Midi sendiri sering disebut band yang beraliran rock walau pada kenyataannya kelompok ini juga memasukkan unsur musik jazz.
Di bentuk di London Inggris pada tahun 2017, yang beranggotakan Geordie Greep (vokal, gitar), Matt Kwasniewski-Kelvin (vokal, gitar), Cameron Picton (vokal, gitar bass, synths), dan Morgan Simpson (drum). Nama grup mereka diambil dari genre musik Jepang, dan suara mereka digambarkan sebagai rock eksprimental, modernisasi fusion jazz, juga post-funk.
Band ini memulai dengan lebel rekaman produser Dan Carey dan Speedy Wunderground, di mana mereka merilis single debutnya, “Bmbmbm” pada tahun 2017. Mereka merilis album studio debutnya, “Schlagenheim” pada 21 Juni 2019, melalui Rough Trade Records yang mendapat pujian kritis, dan berhasil masuk ke dalam 50 teratas di UK Albums Chart, juga dinominasikan untuk Mercury Prize 2019.
Sebuah album antologi termasuk beberapa rekaman jam dan trek kata yang diucapkan, “The Black Midi Anthology Vol.1: Tales of Suspence and Revenge” dirilis pada 5 Juni 2020 secara eksklusif untuk Bandcamp. Album studio kedua band, “Cavalcade” rilis pada 28 Mei 2021 mendatang.
Sebelum pembentukan band, Geordie Greep memiliki band terpisah dengan Matt Kwasniewski-Kelvin dan Morgan Simpson, yang semuanya (bersama Cameron Picton) bersekolah di BRIT School.
Simpson adalah seorang drummer ulung, memenangkan penghargaan “Young Drummer of the Year” pada tahun 2014. Pada tahun 2016 Greep dan Kwasniewski-Kelvin meminta Simpson untuk membentuk sebuah band, dengan Creep dan Kelvin. Picton bergabung kemudian untuk melengkapi susunan pemain. Band ini memainkan pertunjukkan pertama mereka di tempat Brixton “The Windmill” pada Juni 2017.
Pada 26 September 2018, Black Midi membawakan lima lagu dari album mereka yang belum diberi judul, secara langsung di Kex Hostel di Reykjavik, Islandia, selama festival musik Iceland Airwaves.
Pertunjukkan eksentrik yang direkam untuk stasiun radio Seattle KEXP, dipuji secara online dan menjadi populer di You Tube, memperlihatkan band ini kepada pendengar internasional.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker