Profile

Saksofonis Camilla George menelusuri akar jazz Afrika

Camilla George pemain saksofon ini sejak lama tertarik untuk menelusuri akar jazz Afrika hingga bentuk modern-nya. George telah menciptakan suara yang mencakup unsur-unsur Afrobeat, highlife dan calypso Karibia, serta hip hop dan blues.
Camila George juga seorang improvisionis, komposer, juga guru yang berbasis di London.
Dia mulai bermain ketika berusia 11 tahun di mana dia memenangkan pelajaran musik khususnya saksofon.
Lahir di Eket, Nigeria, George tumbuh dengan mendengarkan musik: Fela Kuti, Jackie McLean, dan Charlie Parker.
George telah belajar banyak dengan musisi jazz hebat seperti: Jean Toussaint, Tony Kofi, Christian Brewer, Julian Siegel dan Martin Speake.
Pada tahun 2012, ia lulus dengan gelar Magister Jazz dari Trinity College of Music. Sejak 2004 George telah bekerja dengan Tomorrow’s Warriors dan Nu Civilization Orchestra (termasuk ikut tur Inggris yang tampil banyak diberbagai tempat bergengsi seperti Queen Elizabeth Hall), serta memimpin lokakarya untuk anggota muda keluarga The Warriors.
Pada tahun 2009, George bergabung dengan band pemenang penghargaan, Jazz Jamaica yang alumninya termasuk: Jason Yarde, Soweto Kinch dan Nathaniel Facey.
Pada Oktober 2009, ia tampil dengan Jazz Jamaica dan Ernest Ranglin di klub jazz Ronnie Scott’s London. Di tahun 2013, Jazz Jamaica dinominasikan untuk penghargaan MOBO di kategori Jazz Performance.
George juga tampil di klub jazz Ronnie Scott’s selama 3 malam berturut-turut dengan Jazz Jamaica. Di mana tiket pertunjukkan tersebut terjual habis.
Setahun kemudian dia juga bergabung dengan Courtney Pine’s Venus Warriors, sebuah grup super wanita yang melakukan debutnya di klub jazz The Hideaway. Pada tahun yang sama ia membentuk CGQ (Camilla George Quartet) yang menampilkan beberapa pemain muda terbaik di London.
Album debut Camilla George, “Isang” menampilkan kuartetnya dan tamu spesial Zara McFarlane pada vokal. Album ini dirilis di Ubuntu Music pada awal 2017, dengan pujian kritis yang luar biasa.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker