Profile

Gitaris Julian Lage sang anak ajaib

Gitaris jazz Julian Lage pemenang Independent Music Awards Instrumental Album untuk albumnya, “Mount Royal” (2018) dan 3 kali masuk nominasi Grammy Awards pada album, “Sounding Point” (2010) untuk Best Contemporary Jazz Album, “Mount Royal” (2018) untuk Best Contemporary Instrumental Album, dan “Modern Love” (2019) untuk Best Contemporary Intrumental Album.
Lahir 25 Desember 1987, di Santa Rosa, California, AS.
Seorang anak ajaib, Lage adalah subyek dari film dokumenter pendek tahun 1996 “Jules at Eight” yang masuk nominasi Academy Award.
Ia memainkan alat musiknya pada usia 5 tahun dan tampil di depan umum setahun kemudian. Tak lama kemudian dia mulai bermain dengan Carlos Santana (ketika Lage baru berusia 8 tahun).
Pada usia 12 tahun, ia tampil di Grammy Award 2000. Tiga tahun kemudian, ia menjadi anggota fakultas Stanford Jazz Workshop di Stanford University. Dilatih secara klasik di San Francisco Conservatory of Music.
Lage juga belajar di Sonoma State University dan Ali Akbar College of Music. Dia lulus dari Berklee College of Music pada tahun 2008.
Pada 24 Maret 2009, Lage merilis debut albumnya, “Sending Point” oleh EmArcy Records dengan ulasan yang baik.
Lage telah bekerja dengan trio: pemain bass Scott Colley dan drummer Kenny Wollesen, dan dia telah merekam album duo dengan: gitaris Chris Eldridge, Gyan Riley, dan Nels Cline.
Dia saat ini menjadi anggota fakultas di New England Conservatory of Music.
Julian Lage naik ke atas panggung di Village Vanguard untuk residensi 6 malam pada Januari 2020, dan setelah itu rencana untuk masuk studio. Sayangnya rencana itu dibatalkan karena pandemi Covid-19. Tetapi Lage mengambil kesempatan untuk melengkapi kembali lagi lagu-lagu barunya.
Saat Lage bersiap untuk merekam debutnya sebagai pimpinan band untuk Blue Note Records, gitaris ini mereflesikan sejarah bertingkat lebel tersebut dengan cara musiknya sendiri yang terhubung dengannya. Hasilnya adalah album, “Squint” (2021) yang mencolok, memadukan penulisan lagu yang tajam dan ekspresif dengan intraksi mendalam yang diasah oleh Lage selama beberapa tahun terakhir dengan trio nya yang menampilkan George Roeder (bass) dan Dave King (drum).

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker