Profile

Cassie Kinoshi sang nominator Mercury Prize

Cassie Kinoshi pemain saksofon jazz asal Hertfordshire, Inggris, komposer dan pemimpin grup band SEED Ensemble, yang dinominasikan untuk penghargaan Mercury Prize pada tahun 2019.

Kinoshi dibesarkan di Welwyn Garden City, Hertfordshire dan mengikuti Trinity Laban Coservatory of Music and Dance (Composition) serta ikut Tomorrow’s Warriors.

Kinoshi membentuk SEED Ensemble pada tahun 2016 sebagai cara merayakan keragaman Inggris, dan grup tersebut telah dipuji karena pandangannya yang sadar terhadap masyarakat dan budaya Inggris.

SEED Ensemble menggabungkan jazz dengan musik Afrika Baray dan Karibia, dan Kinoshi mengataka kepada Vinyl Factory bahwa penting baginya menyoroti masalah politik yang sering diabaikan oleh massa dan menyoroti apa artinya eksis sebagai warga kulit hitam Inggris muda hari ini. Dia juga anggota dari Afrobeat kelompok Kokoroko, dan kelompom musik jazz tujuh Nerija.

Pada tahun 2019, SEED Ensemble dinominasikan untuk penghargaan Mercury Prize untuk albumnya, “Driftglass”. Dia menyatakan kepada DIY bahwa dia berteriak dengan nada sangat tinggi dan berlari berputar-putar ketika mendengar tentang nominasi tersebut. Album ini menerima lonjakan penjualan sebesar 85% sebagai hasil dari nominasi tersebut.

Kinoshi juga seorang komposer yang menulis untuk teater, termasuk National Theatre (Top Girls), Old Vic Theatre dan London Symphony Orchestra.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker