Profile

Rashied Ali

Rashied Ali lahir dengan nama Robert Patterson adalah drummer free jazz dan avant-garde yang terkenal karena bermain dengan John Coltrane di tahun-tahun terakhir kehidupan Coltrane.

Ali lahir di Philadelphia, Pennsylvania, AS, pada 1 Juli 1933, dari keluarga musik. Ibunya bernyanyi dengan Jimmie Lunceford. Saudaranya, Muhammad Ali juga seorang drummer yang bermain dengan Albert Alyer, Ali serta saudara dan ayahnya masuk Islam.

Dimulai sebagai pianis dan akhirnya memilih drum melalui trompet dan trombon.

Ali bergabung dengan Angkatan Darat Amerika Serikat dan bermain dengan band militer selama Perang Korea. Setelah dinas militer, ia kembali ke rumah dan belajar dengan Philly Joe Jones. Kemudian melakukan tur dengan Sonny Rollins.

Ali pindah ke New York pada tahun 1963 dan bekerja dengan: Bill Dixon dan Paul Bley. Dia dijadwalkan menjadi drummer kedua bersama Elvin Jones di album free jazz John Coltrane, “Ascension” tetapi Ali keluar sebelum rekaman itu dilakukan. Coltrane tidak menggantikannya dengan memilih salah satu drummer, Ali merekam dengan Coltrane mulai tahun 1965 di album, “Meditations”.

Diantara pujiannya adalah karya rekaman terakhir oleh Coltrane di Konser Okatunji dan, “Interstellar Space” sebuah album duet yang direkam sebelumnya pada tahun 1967.

Ali menjadi penting dalam merangsang jenis kegiatan jazz yang paling evant-garde, memainkan apa yang Coltrane gambarkan sebagai “ritme multi-arah”. Setelah kematian Coltrane, ia tampil bersama jandanya, pianis Alice Coltrane. Selama awal 1970-an, ia menjalankan Ali’s Alley sebuah klub jazz di New York City.

Dia adalah seniman tamu di Universitas Wesleyan, disponsori oleh Clifford Thornton. Ali juga sempat membentuk grup non-jazz bernama Purple Trap dengan gitaris eksperimental Jepang Kenji Haino dan bassis jazz-fusion Bill Laswell. Album mereka, dirilis oleh Tzadik Records pada Maret 1999.

Pada tahun 1980, ia menjadi anggota kelompok Phalanx, sebuah grup dengan: gitaris James Blood Ulmer, pemain saksofon tenor George Adams, dan bassis Sirone.

Dari tahun 1997-2003, ia bermain secara ekstensif dengan Tisziji Munoz dalam grup yang biasanya beranggotakan Pharoah Sanders.

Meskipun Rashied Ali dikenal karyanya dalam jazz, Ali berkonstribusi pada bentuk seni eksperimental lainnya, termasuk pertunjukkan multi-media dengan Gift of Edge Orchestra dan Cosmic Legends, pertunjukkan seperti Devachan dan Monads, Dwarf of Oblivion, yang berlangsung di The Kitchen Center untuk Performance Art, dan penghargaan untuk John Cage di Central Park New York.

Artis orkestra dan Cosmic Legends lainnya termasuk: Hayes Greenfilef (saksofon), Perry Robinson (klarinet), Wayne Lopes (gitar), Dave Douglas (trompet), Gloria Tropp (vokal), Louise Landes Levi (sarangi), sutradara/pianis Styvie Degiez bersama dengan penyair dan aktor: Ira Cohen, Taylor Mead, dan Yudith Malina.

Pada tahun-tahun terakhir hidupnya, Ali memimpin kuintetnya sendiri. Sebuah album ganda berjudul, “Judgment Day” direkam pada Februari 2005 dan menampilkan: Jamaane Smith pada trompet, Lawrance Claro pada tenor saksofon, Greg Murphy pada piano, dan Joris Teepe pada bass. Album ini direkam di Survival Studio milik Ali, yang telah berdiri sejak tahun 1970-an.

Selain aktivitas penampilannya, Ali menjabat sebagai mentor bagi drummer muda seperti Matt Smith.
Pads tahun 2007, Ali merekam, “Going to the Ritual” dalam duo dengan bassis sekaligus pemain biola Henry Grimes dengan rekaman duo kedua dalam pasca produksi pada saat kematian Ali.

Ia dan Grimes juga memainkan lima konser duo bersama antara tahun 2007 dan 2009 juga konser keenam pada Juni 2007 dengan pianis Marilyn Crispell.

Ali adalah drummer unggulan di album, “Mystic Journey” milik Azar Lawrance, direkam pada April 2009 dan dirilis Mei 2010.

Rashied Ali meninggal pada usia 76 tahun di sebuah rumah sakit Manhattan setelah menderita serangan jantung pada 12 Agustus 2009, di New York City, AS.

Ahmad Jailani

Menyukai jazz sejak masih di SMP. Wiraswastawan yang mulai membentuk komunitas Balikpapan Jazz Lovers pada 2008 ini juga kerap menulis artikel jazz di koran-koran lokal di Balikpapan dan sejak 2009 rutin menulis tentang jazz di akun facebook.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker