Profile

Tony Allen drummer sang pencetus Afro-beat

Tony Oladipo Allen (lahir 20 Juli 1940 di Lagos, Nigeria) adalah seorang drummer, komposer dan penulis lagu Nigeria yang tinggal dan bekerja di Paris. Karir dan kisah hidupnya telah didokumentasikan dalam otobiografinya tahun 2013 Tony Allen: Master Drummer of Afrobeat, ditulis bersama dengan penulis/musisi Michael E. Veal yang sebelumnya menulis biografi lengkap tentang Fela Kuti.

Sebagai drummer dan direktur musik band Afrika 70 milik Fela Anikulapo Kuti dari tahun 1968 hingga 1979, Allen adalah salah satu pendiri utama genre musik Afrobeat. Fela pernah menyatakan bahwa, ‘tanpa Tony Allen, tidak akan ada Afrobeat.’ Dia juga digambarkan oleh Brian Eno sebagai ‘mungkin drummer terhebat yang pernah hidup.

Fela Kuti pernah menyatakan bahwa, ‘tanpa Tony Allen, tidak akan ada Afrobeat.’ Dia juga digambarkan oleh Brian Eno sebagai ‘mungkin drummer terhebat yang pernah hidup.

Seorang musisi otodidak, Allen mulai bermain drum-kit pada usia delapan belas tahun, saat bekerja sebagai insinyur untuk sebuah stasiun radio Nigeria. Allen dipengaruhi oleh musik yang didengarkan ayahnya (Juju, musik upacara tradisional Yoruba), tetapi juga jazz Amerika, dan gaya hidup yang berkembang di Nigeria dan Ghana.

Allen bekerja keras untuk menemukan suara yang unik pada drum dengan mempelajari piringan hitam dan artikel majalah dari Max Roach dan Art Blakey, juga drummer revolusioner Ghana Guy Warren (sekarang Kofi Ghanaba – yang mengembangkan suara yang menggabungkan permainan drum suku Ghana dengan bop – bekerjasama dengan Dizzy Gillespie, Charlie Parker, Thelonious Monk, dan Max Roach).

Allen diajak oleh ‘Sir’ Victor Olaiya untuk bermain claves dengan band highlife-nya, ‘The Cool Cats’. Tony mampu mengisi kursi drum-set ketika mantan drummer Cool Cats meninggalkan band. Allen kemudian bermain dengan Agu Norris dan Heatwaves, Nigerian Messengers dan Melody Makers.

Tahun 1964, Fela Ransome Kuti mengajak Allen mengikuti audition sebuah jazz-highlife band yang dibentuknya. Sebelumnya Kuti dan Allen pernah bermain bersama sebagai sideman di sirkuit Lagos. Fela memuji suara unik Allen: “Kenapa Anda adalah satu-satunya pria di Nigeria yang bermain seperti ini – jazz dan highlife?” Dengan demikian, Allen menjadi anggota asli band jazz highlife “Koola Lobitos” milik Kuti.

Pada tahun 1969, setelah perjalanan turbulen dan edukatif ke Amerika Serikat, Fela dan band Afrika ’70 yang baru berganti nama mengembangkan suara Afrika militan baru-mencampur groovy yang kental dan daya tarik soul dan jazz, highlife, dan konvensi poliritmik Yoruba. Allen mengembangkan gaya baru untuk melengkapi groove ala Afrika baru Fela yang memadukan genre yang berbeda ini.

Allen masih aktif hingga 2020 dimana ia muncul dalam track “How Far?” dari Gorillaz sebuah band virtual asal Inggris.

Ia wafat pada 30 April 2020 karena pembesaran pembuluh darah di RS George Pompidou Paris.

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker