Supergrup gitar dari Indonesia: TRISUM
Trisum adalah kelompok musik jazz Indonesia yang terbentuk pada tahun 2004.
Trisum dapat dikategorikan sebagai band jam session sekaligus supergrup gitar.
Awalnya, Trisum terdiri dari dua pemain gitar Indonesia, yaitu I Dewa Gede Budjana dan Tohpati Ario Hutomo atau yang akrab disapa Bontot. Kemudian menjadi tiga dengan kehadiran bintang tamu, I Wayan Balawan.
Ketiganya dianggap sebagai kombinasi yang sempurna untuk motto acara peluncuran, yaitu “Mewah, Performa, dan Dinamis”. Budjana mewakili Performa, Tohpati mewakili Kemewahan, dan Balawan mewakili Dinamika.
Ketiga gitaris tersebut dikenal dengan baik di Indonesia melalui proyek musik masing-masing. Budjana selain menjadi gitaris tetap dalam grup musik Gigi juga sering merilis album solo, begitu pula dengan Tohpati yang selain terus aktif bersama grup Simak Dialog juga sering merilis album solo dan menjadi musisi tamu di beberapa band. Sementara itu, I Wayan Balawan, seorang pemain gitar yang terkenal dengan teknik tapping delapan jari, juga telah menghasilkan sejumlah album solo dan terus memainkan musik dengan grup yang dibentuknya di Bali, seperti Batuan Ethnic Fusion dan Gamelan Maestro Project.
Ketika Trisum mengadakan pertunjukan berjudul “Dialog Tiga Gitar” di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta pada akhir tahun 2005, konser tersebut direkam dalam format video.
Baca:
TRISUM: Five in One
Tahun berikutnya, rekaman video tersebut dipublikasikan dan disebarkan dalam format DVD, yang membantu Trisum mendapatkan pengakuan yang lebih luas.
Untuk membedakan diri dari G3, kolaborasi tiga gitaris terkenal dunia, mereka memutuskan untuk mengubah nama menjadi Trisum.
Trisum didukung pemain bass Indro Hardjodikoro dan drummer muda Echa Soemantri.
Baca:
Trisum Live in Concert dan luncurkan album kedua di Rolling Stone Indonesia
Dhani “Pette” Widjanarko, manajer mereka, mengambil inisiatif untuk mengarahkan usaha kreatif ketiga gitaris ini ke tahap pembuatan album. Mereka terus tampil di berbagai panggung, termasuk Java Jazz 2006 dan Jak Jazz 2007.
Penampilan mereka di BNI Java Jazz Festival 2023 termasuk aksi yang ditunggu-tunggu. Apalagi mereka baru saja meluncurkan single Bimasakti.

