Profile

Sonny Rollins musikus legenda hidup jazz Amerika Serikat sang Saxophone Colossus

Selama delapan dekade Sonny Rollins bergerak dari Harlem ke Gedung Putih hingga ke seluruh dunia, ia dianggap sebagai salah satu musisi paling berpengaruh dalam jazz.

Mengutip Nicholas Payton, “Sonny Rollins is a trumpet player who plays the saxophone abut thinks like a drummer trapped inside a vocalist’s body”

Sepanjang karirnya Theodore Walter Rollins yang lahir 7 September 1930, di New York ini telah merilis 49 album karya studio dan 11 live album.

Grammy diraih Sonny Rollins untuk This Is What I Do (2000) dan Without a Song: The 9/11 Concert (2005) serta Lifetime Achievement Award

Semenjak 2006 Sonny merilis karyanya melalui Doxy Records – label miliknya sendiri

Ide-ide inovatifnya yang mengalir dan harmonis serta suara yang mudah diakses telah memengaruhi generasi setelahnya.

Pria yang dijuluki “Newk,” ini dianugerahi National Medal of Arts tahun 2010

Karena masalah kesehatan, Rollins berhenti bermain di depan publik tahun 2012.

Pasca dirilisnya album Holding the Stage (2016), Rollins mengumumkan bahwa dia telah dipaksa untuk berhenti total dan ia kecewa tak mencapai – secara artistik — semua yang ia inginkan.

Meski demikian karyanya bertajuk ‘Rollins in Holland’ masih dirilis akhir 2020 oleh Resonance Records

 

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker