Profile

Gregory Tardy gunakan saksofon sebagai ekspresi jiwa

Terlahir dalam keluarga musikal pada 3 Februari 1966, Gregory Tardy memulai karir musiknya dengan mempelajari klarinet klasik. Di sekolah menengah, Gregory menonjol dalam bidang musik, memenangkan banyak penghargaan dan tawaran beasiswa.

Saat belajar dengan klarinetis terkenal Russell Dagon dan Jack Snavely, Tardy mulai mempersiapkan karier simfoni. Seiring waktu, dia mulai diminta untuk memainkan saksofon, untuk mengisi kekosongan dalam berbagai ansambel. Meskipun tidak pernah serius berlatih saksofon, Tardy mulai menerima panggilan untuk bermain dalam pertunjukan funk lokal di area Milwaukee.

Dengan dorongan dari kakaknya yang lebih tua, Tardy akhirnya mendengarkan rekaman duo John Coltrane dan Thelonious Monk memainkan “Monk’s Mood”, dan segera bertekad untuk menjadi seorang musisi jazz.

“Musik adalah ekspresi jiwa, dan saya selalu mencoba berbicara melalui instrumen saya,” kata Gregory Tardy. “Saya pernah mendengar seorang musisi senior mengatakan ‘lebih baik dirasakan daripada didengar’. Saya tidak pernah melupakan itu. Itu adalah pendekatan saya dalam memainkan segala gaya musik.”

Gairahnya terhadap saksofon mengambil alih studinya, dan segera klarinetnya teronggok debu.

Ia sempat pindah ke St. Louis, dan setelah setahun tampil di dunia jazz dan blues, dia memutuskan untuk kembali ke tempat kelahirannya, New Orleans, untuk lebih fokus pada studi jazznya.

“Ini terbukti menjadi langkah yang hebat,” ungkap Tardy. “Ada banyak pemain luar biasa di sana, banyak di antaranya menjadi terkenal, seperti Nicholas Payton, Brian Blade, Victor Goines, Mark Turner, Delfeayo dan Jason Marsalis, dan terlalu banyak lagi untuk disebutkan. Banyak yang, datang untuk belajar dengan Ellis Marsalis;

Selama di New Orleans, Tardy juga bermain dengan beberapa brass band lokal, melakukan pertunjukan dengan Neville Brothers, Allen Toussaint, dan kelompok dengan berbagai gaya. Tetapi dia tidak pernah berhenti mengejar jazz.

Pada tahun 1992, Tardy merekam proyek solo pertamanya, Crazy Love. 1992 juga tahun di mana dia bergabung dengan Elvin Jones Jazz Machine, sebuah hubungan yang berlangsung beberapa tahun.

Selama bersama legendaris Elvin Jones, Tardy merasa bahwa sudah waktunya untuk pindah ke New York. Di sana, ia melanjutkan untuk tampil dan merekam dengan sejumlah besar artis terkemuka termasuk: Tom Harrell, Dave Douglas, Wynton Marsalis, Jay McShann, Steve Coleman, Betty Carter, James Moody, Bill Frisell, Rashied Ali, John Patitucci, dan banyak lagi.

Tahun 1999, Tardy mulai bermain di berbagai band yang dipimpin oleh Andrew Hill; sebuah hubungan yang berlangsung bertahun-tahun dan menghasilkan beberapa rekaman yang sangat diakui.

Dia juga tampil dan/atau merekam bersama banyak saxofonis terkenal lainnya, seperti Joe Lovano, Mark Turner, Chris Potter, Dewey Redman, Ravi Coltrane, dan banyak lagi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tardy telah berputar penuh lingkaran, mengeluarkan klarinetnya dari masa pensiun, menggunakannya dalam rekaman oleh Tom Harrell, Ohad Talmor/Steve Swallow, Stefon Harris, Chris Potter, dan Andrew Hill.

Lebih lanjut:

  • http://www.gregorytardy.com/
  • https://www.facebook.com/gregory.tardy.3
  • https://www.instagram.com/gregoryjtardy/

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker