Profile

Bill Mays sang pianis jazz dari Sacramento

Bill Mays lahir di Sacramento, CA pada 5 Februari 1944, dengan nama William Allen Mays. Suasana musik selalu menghiasi rumah keluarganya. Ayahnya, Bill Sr., selain menjadi seorang pendeta, juga mahir memainkan piano, organ, trombon, gitar, dan harmonika, membuat musik gospel merajai playlist awal hidupnya.

Ibunya, Martha, seorang ibu rumah tangga yang memiliki suara indah dan alami, sering kali menghibur dengan memainkan akordion sambil bernyanyi.

Trombon ayahnya, yang telah memberikan sentuhan keberkahan dan kepilahan, meninggalkan kesan mendalam pada dirinya—mungkin alasan mengapa ia mulai bermain bariton horn dan trumpet di masa sekolah menengah.

Ia telah mendapatkan banyak pengajaran dari guru-guru hebat sepanjang hidupnya, tetapi pada usia delapan tahun, Ethel Bush muncul sebagai sosok yang benar-benar membuka pintu bagi minatnya pada alat musik ini.

Kasih sayang dan dukungan penuhnya menciptakan semangat dalam dirinya untuk terus mengasah kemampuan bermain, memperhatikan produksi nada, dan merasakan kegembiraan murni yang hanya bisa ditemui di depan piano.

Pengenalan pertamanya dengan jazz terjadi saat ia berusia 16 tahun, ketika seorang teman membawanya ke acara jazz brunch di mana Earl ‘Fatha’ Hines, seorang legenda solo piano, tampil. Pengalaman ini begitu segar dan memukau, memperkenalkan irama yang mempesona, melodi yang tak biasa, dan kebebasan dua tangan yang membuatnya terpesona dan terinspirasi.

Kisah hidup profesionalnya dimulai pada tahun 1961, saat ia bergabung dengan Angkatan Laut Amerika Serikat sebagai anggota band. Setelah melewati tahun di Naval School of Music di Washington DC, ia menjadi bagian dari berbagai pertunjukan dan mendengarkan berbagai genre musik.

Pengalaman ini memberikan wawasan yang luas dalam membaca not balok, menyertai penyanyi, dan memainkan berbagai lagu baru. Ia juga mendengarkan dengan penuh kagum pianis Mike Wofford, yang dianggap sebagai pengaruh besar.

Seiring waktu, ia menjadi co-leader dari quartet bernama Road Work Ahead, yang eksperimennya menggabungkan instrumen elektronik dan akustik, membawa dampak positif pada perkembangan sebagai pencipta lagu.

Ia pernah mendapatkan penghargaan Talent Deserving Of Wider Recognition” dalam kategori piano oleh Majalah Downbeat selain nominasi grammy untuk Bop For Kerouac.

Informasi lebih lanjut:

  • http://www.billmays.net/

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker