Profile

Amanda Whiting, perjalanannya di dunia Harpa Jazz

Amanda, seorang pemain harpa yang berbakat, memulai perjalanannya dengan instrumen yang menakjubkan ini pada usia enam tahun setelah terpesona oleh penampilan Harpo Marx di televisi.

Akarnya dalam musik klasik diperkuat setelah belajar di Wells Cathedral Music School, di mana ia menjadi harpist pertama yang mendapatkan beasiswa sebagai Musisi Spesialis. Seiring bertambahnya usia, ia belajar dari beberapa guru terkemuka, termasuk Gillian Green, Ann Griffiths, Caryl Thomas, dan Park Stickney.

Gelar sarjana musik (BMus) dan LRSM di bidang Harpa diikuti dengan gelar Master di Jazz pada tahun 2013, menjadikannya sebagai harpist jazz pertama yang diketahui di Inggris. Amanda sejak itu menjadi pelopor dalam dunia Harpa Jazz di Inggris, mengajar di Royal Welsh College of Music and Drama di Cardiff dan Royal Birmingham Conservatoire, serta memberikan bimbingan di RNCM dan Junior RNCM.

Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya, Amanda memulai karir panggungnya dengan berbagai pertunjukan sebagai solis untuk konser klasik atau jazz, serta dengan trio musiknya.

Selama karirnya, Amanda telah bekerja secara luas untuk organisasi seperti Lost Chord dan Live Music Now milik Yehudi Menuhin, memainkan musik untuk penderita demensia dan anak-anak dengan kebutuhan khusus. Skema ini juga memberikan banyak kesempatan dengan konser dari Southbank London hingga St David’s Hall Cardiff.

Pada tahun 2020, Amanda diberi kehormatan memiliki Studio Harp Column Academy sendiri (sebuah platform global untuk guru spesialis). Dia juga menjadi pengajar harpa jazz di Royal Welsh College of Music and Drama, Cardiff, Royal Birmingham Conservatoire, dan Hull University, serta menulis serangkaian buku harpa jazz baru di bawah nama Pedal Sliders yang masuk dalam kurikulum Trinity College, London.

Pada tahun 2020, Amanda menandatangani kontrak dengan label ikonik Jazzman Records, yang merilis EP 10 “Little Sunflower”. Kemudian, pada April 2021, Jazzman merilis album ciptaannya sendiri yang berjudul “After Dark” bersama trio jazz-nya, Aidan Thorne (bass) dan Jon Reynolds (drum), yang menampilkan Chip Wickham di flute dan remix oleh Rebecca Vasmant. Album ini mendapat sambutan hangat dari berbagai stasiun radio terkemuka termasuk BBC Radio 6 dan Jazz FM.

Pada November 2021, Amanda tampil di Mannheim, Jerman bersama Greg Foat, diikuti oleh tur yang laris dengan Chip Wickham. Pada Juli 2022, Amanda tampil di World Harp Congress di Cardiff dan di WeOutHere festival bersama ansambel Rebecca Vasmant. Karir Amanda juga dibangun melalui berbagai kolaborasi dan rekaman dengan artis dan DJ terkenal seperti DJ Yoda, Rebecca Vasmant, Mr Scruff, True Jazzchild, Jazzanova, Greg Foat, Heliocentircs, dan flautis Chip Wickham.

Pada saat yang sama, Amanda juga menjadi pilihan pertama dalam merekam album-album musisi terkenal. Salah satu album terbarunya adalah “Blue to Red” (2019) milik pemain saksofon/flute, Chip Wickham. Dua albumnya yang dirilis oleh Jazzman Records, “After Dark” dan EP “Little Sunflower”, telah memperkuat reputasinya sebagai harpist jazz yang inovatif dan berbakat. Dengan kerja keras, dedikasi, dan bakat alaminya, Amanda terus memperluas cakrawala musik jazz harp di panggung internasional.

Maret 2024 ia merilis album The Liminality of Her (First Word Records) didukung Aidan Thorne (Bass) dan Jon Reynolds (Drums), Mark O’Connor (percussions) dan Peach (vocal).

Agus Setiawan Basuni

Pernah meliput Montreux Jazz Festival, North Sea Jazz Festival, Vancouver Jazz Festival, Chicago Blues Festival, Mosaic Music Festival Singapura, Hua Hin Jazz Festival Thailand, dan banyak festival lain diberbagai belahan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker