Isaiah Collier saksofonis muda pewaris tradisi pasca Coltrane
Isaiah Collier, seorang musisi 24 Februari 1981 telah membuktikan dirinya sebagai virtuoso musik sejati.
Ia mulai memainkan saksofon pada usia 11 tahun, dan bakatnya yang intuitif membuatnya mendapatkan perhatian sejak dini. Sejak saat itu, bandnya, Isaiah Collier and The Chosen Few, telah memikat banyak pendengar.
Prestasi Collier semakin diakui dengan berbagai penghargaan dan pemberitaan di media ternama. Ia tampil dalam Fall Arts Preview The New York Times pada September 2024 dan masuk dalam daftar 25 for the future di majalah Downbeat edisi 90th Anniversary pada Juli 2024. Ia juga meraih penghargaan Rising Star Award dalam jajak pendapat kritikus Downbeat Magazine untuk Tenor Saxophone (2023) dan Soprano Saxophone (2024).
Kehadiran panggung Collier begitu memukau: tinggi, langsing, dengan tulang pipi tinggi. Saat tidak bermain, ia dengan sabar menunggu, bukan merenungkan langkah selanjutnya, tetapi mendengarkan musisi yang mengiringinya, mendengarkan cerita mereka. Ia menjelaskan bahwa ia tidak pernah benar-benar mendengarkan dirinya sendiri, tetapi mendengarkan orang lain bermain: beberapa orang memiliki api, yang lain memiliki udara.
Musik Collier adalah perpaduan dinamis yang penuh metafora, namun ia juga mampu menahan diri saat diperlukan. Ia memainkan musik yang terinspirasi dari berbagai musisi, yang ia gambarkan sebagai “mesin waktu sonik; Anda tidak dapat benar-benar menentukan waktu atau tujuannya.”
Collier menjelaskan visinya, “Saya menjangkau ke belakang dan ke depan secara bersamaan saat menciptakan seni, dan apa yang ada di depan saya adalah masa lalu.”
Hingga saat ini, ia telah merilis lima album: The Almighty (Division 81 Records, 2024), Parallel Universe (Night Dreamer, 2023), I AM BEYOND (Division 81 Records, 2022), Cosmic Transitions (JAZZ, 2021), dan Return of the Black Emperor (JAZZ, 2018). Album terbarunya, The World Is On Fire, akan segera dirilis. Sebuah program konser untuk menghormati John Coltrane juga direncanakan untuk tahun 2026.
Berbagai kritikus musik telah memuji bakat Collier. Leor Galil dari Chicago Reader menyebutnya sebagai “multi-instrumentalis yang berbakat,” sementara Joshua Myers dari Downbeat Magazine memberikan rating 5 bintang untuk album Cosmic Transitions. Neil Spencer dari The Guardian memuji album Parallel Universe, dan Giovanni Russonello dari New York Times menyebut Collier sebagai “ahli waris tradisi saksofon pasca-Coltrane.”
Collier tampil dalam berbagai format, mulai dari duo hingga oktet. Dengan bakat, kreativitas, dan dedikasi yang luar biasa, Isaiah Collier telah dan akan terus menjadi salah satu nama yang paling menarik di dunia jazz kontemporer.
Link terkait:
- https://www.colliersworld.com

