
Ella Zirina, gitaris jazz, komposer, dan bandleader kelahiran Latvia yang kini berbasis di Amsterdam, disebut sebagai “Rising Star” oleh NRC berkat suara musikalnya yang personal dan penuh warna. Komposisinya bertumpu pada improvisasi melodis yang membangun ruang sonik emosional, mencerminkan ketertarikannya pada tekstur dan timbre gitar sebagai medium ekspresi utama.
Sebelum menekuni gitar, Ella mempelajari piano hingga usia 17 tahun. Latar ini memperkaya pendekatan musikalnya yang dipengaruhi spektrum luas, mulai dari Alexander Scriabin, Joni Mitchell, Led Zeppelin, hingga Bill Evans, Jim Hall, dan Wes Montgomery. Dengan tekad kuat, ia meninggalkan Latvia untuk menempuh studi gitar jazz di Belanda.
Ella lulus dengan predikat tertinggi dari Conservatorium van Amsterdam untuk jenjang sarjana pada 2021 dan magister pada 2023. Tak lama berselang, ia bertransformasi dari mahasiswa menjadi pendidik, mengajar gitar jazz di Royal Conservatory of The Hague, serta memberi workshop di berbagai institusi Eropa seperti Jazz Campus Basel dan ESMUC Barcelona. Paralel dengan dunia akademik, ia aktif tampil bersama trionya di panggung-panggung penting seperti BIMHUIS, North Sea Jazz Festival, Oslo Jazz Festival, hingga Riga Ritmi.
Sebagai performer, Ella telah berkolaborasi dengan sejumlah nama besar seperti Kurt Rosenwinkel, Joey Baron, Tineke Postma, Ben van Gelder, Pablo Held, hingga Yuri Honing. Ia juga tampil sebagai solis bersama Jazz Orchestra of The Concertgebouw serta terlibat dalam NJJO dan Jong Metropole. Pengalaman residensinya di BIMHUIS melalui program New Makers melahirkan album debut Intertwined yang masuk nominasi Edison Jazz Award.
Diskografi Ella terus berkembang dengan karakter yang semakin matang. Album solo gitar Unraveler dirilis pada Desember 2023, disusul Boundless Blue, Sunset Hue pada Oktober 2024 bersama trionya dan musisi tamu lintas negara.
Dengan bahasa musikal yang terus berevolusi, Ella Zirina menegaskan posisinya sebagai salah satu suara paling menjanjikan dalam lanskap jazz Eropa masa kini.