Review

ANATROFOBIA “RUOTE CHE GIRANO A VOUTO”

ANATROFOBIA “RUOTE CHE GIRANO A VOUTO”
(ZZZ Production , ZZZ-11)


Komposisi:
1.Ultimo Rinvio 2:43
2. Nero di Seppla 2:01
3. Tracers 5:50
4. Musica a picole dimensioni 2:35
5. Serie 4:51
6. Legtura in Pelle 4:40
7. Aceto Arcobaleno 6:11
8. Casa Chiusa 4:37
9. Ritorno af Silenzio 3:14

Musisi :
Andrea Biondello
: Perkusi
Alessandro Cartolari : Alto saxophone, voice & elektronik
Luca Cartolari : Bass, komputer & elektronik
Mario Simeone : Flute

Anatrofobia grup dari Italy ini bisa dibilang merupakan grup jazz experimental atau mungkin saya lebih senang mengatakan musiknya sebagai improvised music, karena memang yang diutamakan dalam musiknya adalah improvisasi yang dimainkan secara kolektif dan musiknya tidak hanya mempunyai warna jazz atau lebih tepatnya free jazz saja tapi juga banyak banyak mengadaptasi musik lain seperti musik elektonik bahkan progressive rock dan musik kontemporer. Banyak suara-suara musiknya yang dihasilkan dari perpaduan alat musik akustik dan elektronik seperti komputer, bahkan permainan alto saxophonnya sendiri kadang dihubungkan dengan alat-alat yang menghasilkan efek-efek suara lain. Musik yang dihasilkan juga banyak menghasilkan soundscape atau semacam bunyi-bunyi gaung.

Beberapa lagu yang mempunyai keragaman sound dan permainan yang cukup Kompleks banyak muncul seperti pada Tracers dimana suara flute dipadukan dengan gaung-gaung yang dihasilkan dari alat komputer. Bahkan eksperiment sound juga muncul dalam Musica a Piccole dimensioni. Improvisasi kolektif dengan memainkan nada nada atonal dengan para musisi yang saling melakukan counterpoint muncul pada lagu Ultimo Rinvio, Nero di sepia dan Serie. Memang grup ini lebih banyak mengedepankan unsur-unsur free improvisation dan mencoba mencari perpaduan-perpaduan nada dan sound yang memungkinkan sehingga lebih bersifat eksperimental. Mungkin bagi yang mengenal grup semacam Soft Machine pada era album Thirth sampai Fifth akan merasakan hampir adanya kesamaan musiknya, dimana perpaduan antara free jazz , rock dan musik kontemporer serius dikedepankan, demikian juga tampaknya pada grup Anatrofobia ini.
(Ajie/WJ)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker