Review

PETER BRÖTZMANN CHICAGO TENTET – STONE WATER


Okkadisk OD12032

Komposisi:

Buy this album Stone Water (38:44)

Musisi :
Peter Brötzmann : Clarinet, Sax (Tenor), Producer
Toshinori Kondo : Trumpet, Electronics
William Parker : Bass, Bass (Upright)
Hamid Drake : Drums, Frame Drum
Fred Lonberg-Holm : Violin, Cello
Ken Vandermark : Clarinet, Clarinet (Bass), Sax (Tenor)
Jeb Bishop : Trombone
Kent Kessler : Bass, Bass (Upright) Michael Zerang : Drums
Mats Gustafsson : Sax (Tenor), Fluteophone


Beli Album ini
Sebagai album kedua dalam formasi yang kurang lebih sama mengidentifikasikan bahwa Peter Brotzmann rupanya terkesan dengan para musisi muda dari Chicago. Album pertama dalam formasi ini (minus Toshinori Kondo) yang berjudul ‘Chicago Octet / Tentet’ (Okkadisk) berhasil mendapat perhatian yang hangat khususnya dari para pecinta free jazz ataupun free improvise music. Seperti sudah layak diketahui bahwa Chicago juga merupakan gudangnya para musisi jazz yang sangat kreatif, inovatif dan lebih suka berpetualang dari dulu sampai sekarang. Dedengkot musik free improvisasi dari Jerman ini cukup kooperatif dengan Ken Vandermark maupun Mats Gustafsson, yang memang kedua orang yang terakhir disebutkan ini memiliki pengaruh yang kuat dari Peter. Barangkali analoginya kurang lebih seperti Pat Metheny bertemu dengan Ornette Coleman dalam ‘Song X’. Formasi rhythm dengan dobel drum dan bass ini juga barangkali mengingatkan akan spirit Peter tiga puluh empat tahun yang lalu ketika dia memproduksi album legendarisnya ‘Machine Gun’ (FMP). Memang kalau dibandingkan dengan ‘Machine Gun’, intensitasnya masih berada di bawahnya. Album ini menggambarkan beberapa ektase dari kolektif improvisasi yang cukup garang dan kuat. Konsentrasi kekuatannya tetap pada mereka bertiga (Peter, Ken dan Mats) di mana mereka dapat menggabungkan dan menyatukan energi guna membangun bersama keutuhan tekanan dengan pemain yang lain. Di sini yang menarik, yang memang sudah di luar zeitgeist-nya, penampilan Bishop, Kondo dan Lomberg-Holm memberikan ruang aksentuasi eksplorasi kekayaan suara serta improvisasi yang lebih kelihatan motifnya berperan sebagai penetralisir. Beberapa bagian diantaranya bahkan dimasuki dengan unsur-unsur ide dan materi yang lebih aktual. Sehingga menimbulkan kesan yang tidak sekedar memproduksi intensitas suara yang permanen saja seperti yang sering dilakukan oleh para musisi free jazz pada dekade 1960an. Satu hal yang patut dipuji adalah sikap konsistensi Peter Brotzmann selama ini yang tetap mempertahankan pilihan gaya musiknya yang eksis. Album yang terdiri dari komposisi tunggal ini direkam ketika mereka tampil di 16th Festival De Musique De Actuelle Victoriaville, Kanada pada tanggal 23 Mei 1999 yang lalu. Secara keseluruhan, masih ada hal-hal yang segar dan sesuatu yang memberikan semangat dalam menyimak album ini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker