Review

ARIEF SETIADI – JAZZY SAX

ARIEF SETIADI – JAZZY SAX
Victorius Music VMCD 004

Komposisi:
1. God Is Here
2. Righteousness, Peace And Joy
3. Song For Maya
4. Far Away From Home
5. Look!!
6. Medley: Panic…And You make Me Lie Down In Green Pastures
7. Searching
8. Humanity
9. Green Mambo Ice
10. Smog Lek Sem (Get Well Soon!)

Musisi :
Arief Setiadi : Piano, Organ, Keyboard, EWI (Electronic Wind Instrument), Saxophone, Flute, Recoder, Guitar, Voice.
Bintang Indrianto : Bass, Loops, Voice.
Netta : Voice, Backing Vocal (1, 6)
Joel : Voice, Backing Vocal (1, 2, 4, 5, 6)
Bertha : Vocal (2)
Buck : Voice, Rap (6)
Amir : Voice (4)
Syaharani : Vocal (7)
Gerry Herb : Drums (2, 3, 6, 8)
Budjana : Guitar (2, 5)
Maya Hasan : Harp (3)
Riza Arshad : Accordion, Voice (4)
Denny Chasmala : Guitar (5, 6,), Sitar (8)
Dr. Iwang : Conga, Percussion (6, 9, 10)
Bang Saat : Percussion (8), Ukulele/Tabla (10)
Tohpati : Guitar (9)
Rita Silalahi : Keyboard (9)
Album “JazzySax” ini merupakan proyek musikal dari Arief Setiadi dan merupakan album jazzy ke tiga yang dirilis Victorius Music setelah proyek JazzyBass (Bintang Indrianto) dan “JazzyDuet” (Bintang Indrianto dan Arief Setiadi). Meskipun album ini bertitel “Jazzy” yang mungkin lebih ke arah kesan fusion, smooth jazz atau pop jazz tapi setelah mendengar album ini ada kesan bahwa album ini mempunyai nilai lebih daripada hanya sekedar “Jazzy” atau mungkin malah agak jauh dari kesan “Jazzy” itu sendiri. Dari beberapa lagu di album ini akan ditemukan bahwa Arief tidak hanya mengetengahkan sebuah aransemen jazz tapi juga masih menyelipkan unsur-unsur spontanitas, improvisasi dan kejutan melalui dialog antar musisinya, juga beberapa lagu menunjukkan kreatifitas Arief dalam menceritakan atau menyampaikan pesan lewat lagunya dengan sangat tepat.

Beberapa lagu yang cukup menonjol dan mempunyai nilai lebih dalam album ini antara lain ‘Righteousness Peace And Joy’ dimana dalam lagu ini permainan gitar dari Budjana penuh kejutan dan spontanitas dengan memasukkan lick dari lagu anak-anak yang cukup akrab didengar di Indonesia dan spontanitas dari permainan saling merespon para musisi dalam lagu ini sangat menarik dengan kesan serius tapi santai. ‘From Away from Home’ merupakan lagu yang layak menjadi unggulan dalam album ini, cerita yang disampaikan dalam lagu ini sangat mengena dengan permainan musiknya terutama ketika “spoken word” dari Amir dalam bahasa padang yang menceritakan kerinduan akan kampung halaman di respon dengan permainan accordion dan recoder yang bergaya musik melayu, menurut saya lagu ini mempunyai ide yang kuat dan kreatif sekali dengan memasukkan unsur musik Padang (melayu) yang identik kalau suku padang adalah suku perantau dan kerinduan akan kampung halaman yang jauh biasanya dialami oleh para perantau, sehingga lagu ini sangat selaras dari judul, cerita, konsep dan musiknya. Lagu ‘Medley: Panic…and You Make Me Lie Down In Green Pastures’ juga layak untuk disimak, distorsi gitar yang bergaya rock ditimpali dengan saxophone dan instrumen lainnya yang seolah saling “tidak beraturan” pada intro ini sangat tepat mengesankan suatu kepanikan…satu kreatifitas lagi yang layak dipuji dari Arief dalam mengolah suatu cerita melalui musiknya.

Mungkin lagu ‘Green Mambo Ice’ bisa mewakili konsep (minimal yang saya tangkap setelah mendengarkan album ini) musik album ini karena mendengar lagu ini yang didasari pada beat latin tapi tetap tertangkap unsur indonesianya (misalnya dari permainan perkusinya) kalau boleh dianalogikan seperti mendengarkan orang berbicara dalam bahasa asing tapi dengan logat indonesia. Dan dari keseluruhan album Jazzy Sax ini memang sebagian terkesan seperti itu, jadi memainkan style musik yang lain tapi tanpa kehilangan identitas dirinya. Dan dalam Jazzy Sax ini sebagian musiknya terkesan orang indonesia memainkan musik jazz dengan tidak kehilangan warna Indonesianya, meskipun beberapa lagu juga ada yang tidak mengesankan demikian. Namun begitu secara keseluruhan album ini sudah mempunyai ciri warna tersendiri meskipun jika mendengar permainan Arief secara personal masih sering mengingatkan saya pada Michael Brecker atau permainan Bintang secara personal kadang masih mengingatkan saya pada Marcus Miller. (Ajie/*/WJ)


Link terkait:

Beli album JazzySax

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker