Review

DAVID LIEBMAN – MARC COPLAND DUO – BOOKENDS

DAVID LIEBMAN – MARC COPLAND DUO – BOOKENDS
HatOLOGY

Komposisi:
CD 1
1. Bookends I
2. The Searcher
3. Blackboard
4. Lester Leaps In
5. When You’re Smiling
6. In Your Own Sweet Way
7. Nadir
8. Bookends II

CD 2
1. Cry Want
2. Maiden Voyage
3. Impression
4. WTC
5. Blue In Green

Musisi :
David Liebman : sopran & tenor sax
Marc Copland: piano
Selain Steve Lacy, salah seorang yang dikenal sebagai ahli memainkan soprano saxophone dalam musik jazz adalah David Liebman. Proyek ini pun sempat terlintas dalam pikiran yang mengingatkan kita pada duet klasiknya antara Steve Lacy dan pianis almarhum Mal Waldron namun pasti dengan karakter yang berbeda. Liebman di sini tampil tidak hanya menggunakan soprano saxophone saja. Karakter permainan Liebman terasa lebih impresif jika dibandingkan dengan Lacy meskipun pada suatu titik yang memang diakui sendiri oleh Liebman bahwa salah satu musisi jazz yang sangat dikaguminya dan mempengaruhinya adalah Steve Lacy. Penampilan Copland sendiri berbeda style dibandingkan dengan Mal Waldron. Dalam bidangnya, kemampuan mereka semua memang menunjukkan sebagai musisi yang luar biasa.

Ada 13 komposisi yang mereka tampilkan dalam album ini secara keseluruhan. Terdiri dari beberapa komposisi standard dan ciptaan mereka sendiri. ‘Bookend I’ dan ‘Bookend II’ adalah sebagai komposisi pembuka dan penutup pada CD pertama. Komposisi dibawakan mereka dengan indah baik penampilan Liebman maupun Copland yang saling mengisi dan dukung mendukung. Keselerasan yang mereka kondisikan bukanlah suatu yang baru saja dibuat-buat, namun kalau menyimak permainan mereka masing-masing dalam album lain pun dapat dibayangkan dua orang ini kalau bermain bersama akan menemui beberapa hal yang sama dalam kontek musikalitas maupun imajinasinya. Hampir sama dengan penampilan mereka pada komposisi pertama, ‘The Searcher’ Liebman bermain tenor dengan lembut dan banyak mempermainkan warna suaranya sehingga pada saat tertentu terasa mengigit sound-nya. Dalam ‘Blackboard’ dan permainan mereka lebih intens. Pertama dengan solonya Copland yang begitu indahnya dan dilanjutkan dengan solo soprano saxophone yang cenderung lebih abstrak sekalipun masih dalam intensitas emosional yang masih terjaga. Salah satu komposisi ciptaan Bennie Moten dan ‘When You’re Smiling’ masing-masing pemain tampil tunggal dengan melodius. Keduanya tampil jauh lebih bebas lagi dalam ‘Nadir’ yang lebih dekat ke sebuah penampilan free improvisasi tanpa banyak chaos.

Penampilan mereka dalam CD 2 secara umum tidak menunjukan suatu perubahan dinamika yang berarti dibandingkan dengan CD 1 namun masih dalam semangat dan kesinambungan yang sama. Yang menarik penampilan mereka dalam salah satu hit dari John Coltrane ‘Impression’ yang dapat dibawakan dengan emosi yang terjaga tanpa mengurangi kualitas improvisasi mereka dan tekanan alur dinamika pada komposisi tersebut. Di lain pihak ditunjukannya dengan tempo kurang lebih selaras dengan komposisi lain yang terdapat dalam album ini yang memerlukan garapan aransemen yang matang. Pendekatan yang mengesankan memang untuk komposisi yang aslinya ekspresif tersebut. ‘Blue In Green’ juga mereka tampilkan dengan bahasa musik yang lebih puitis. Apa yang mereka mainkan lebih dekat dengan pendekatan seperti sebuah musik kamar khas Eropa yang tampil dalam sebuah hall resmi dalam membawakan musik jazz dari pada di sebuah jazz club yang riuh rendah suara penonton dan penuh dengan asap rokok. Tetapi esensinya masih sama saja, improvisasi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker