Review

FLORA PURIM – SPEAK NO EVIL


Narada Jazz 43537

Flora Purim - Speak No EvilKomposisi:
1. This Magic (Booker/Grusin) – 5:06
2. You Go to My Head (Coots/Gillespie) – 3:54
3. Speak No Evil (All for One) (Rubin/Shorter) – 5:13
4. I’ve Got You Under My Skin (Porter) – 2:52
5. Tamanco No Samba (Divo/Menezes) – 5:05
6. Don’t Say a Word (Cantos) – 6:28
7. Primeira Estrela (Moreira/Yokokura) – 5:01
8. It Ain’t Necessarily So (Gershwin) – 5:22
9. I Feel You (Cantos) – 4:37
10. O Sonho (Moon Dreams) (Gismonti) – 6:39

Musisi :
Gary Brown, Jimmy Haslip, Trey Henry: bass
Airto Moreira: drum & perkusi
Gary Meek: klarinet, bass klarinet, flute & saxophones
Bill Cantos: Keyboards
Oscar Castro-Neves: gitar & keyboard
Russell Ferrante: keyboards
Christian Jacob: keyboards
Flora Purim: vokal & voices
Michito Sanchez: percussion
Jimmy Branley : percussion

Album baru milik vokalis asal Brazil yang pernah bergabung dengan kelompok fusion legendaris Return To Forever ini seolah-olah merupakan kumpulan album foto dengan apa yang dia lakukan pada waktu lalu sampai sekarang. Ada komposisi-komposisi jazz standard semacam ‘You Go To My Head’ maupun ‘I’ve Got You Under My Skin’ dengan kemasan samba. Tentunya juga tidak ketinggalan, beberapa komposisi khas Brazil seperti ‘Primeira Estrela’ yang ditampilkannya dengan indah ataupun ‘Tamanco No Samba’ dan ciptaan gitaris Egberto Gismonti ‘O Sonho (Moon Dreams)’.

Judul yang sama dengan judul albumnya, komposisi ciptaan Wayne Shorter ‘Speak No Evil’ dinyanyikan dengan garapan gaya modern bop. Komposisi ini masih cukup menggigit dengan olahan suara khas dari Flora Purim yang ekspresif dan penampilan Gary Meek yang serasi dengan semangat vokal Purim. Selain itu, sepertinya dalam album ini ada penekanan tertentu terhadap komposisi-komposisi yang berbahasa Inggris. Di luar kebiasaannya, di mana orang sering melihat kemampuan Purim akan garapan dengan gaya vokalnya yang khas akan corak-corak ekspresif dari musik latin yang energik, dalam album ini Purim merambah ke komposisi dengan aransemen tempo yang lebih lambat. ‘Don’t Say a Word’, ‘You Go To My Head’, ‘It Ain’t Necessarily So’ dan ‘I Feel You’ dibawakan dengan usaha yang cukup keras untuk menyesuaikan moodnya.

Barangkali sebagian penggemarnya masih berharap Purim melakukan seperti dalam album “Butterfly Dreams’ atau ‘500 Miles High’ misalnya. Seperti dikatakan di atas, album ini bukanlah sebuah langkah baru bagi Purim seperti proyeknya dengan group Fourth World lebih dari sepuluh tahun lalu itu. Meski masih ditolong dengan adanya ‘Speak No Evil’ dan ‘This Magic’ yang menyegarkan saja.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker