Review

GARY BURTON & CHICK COREA – CRYSTAL SILENCE


ECM, 1972

Komposisi:
1. Senor Mouse
2. Arise, Your Eyes
3. I’m Your Pal
4. Dessert Air
5. Crystal Silence
6. Falling Grace
7. Feelings And Things
8. Children’s Song
9. What Game Shall We Play Today
Musisi :
Gary Burton: vibraphone
Chick Corea: piano

Tahun ini, Gary Burton dan Chick Corea sedang merayakan 35 tahun album duet mereka yang pertama kali, “Crystal Silence”. Album tersebut dikeluarkan oleh label terkemuka dari Jerman ECM pada tahun 1972. Untuk mengisi perayaan tersebut, mereka kembali melakukan tour duet keliling dunia. Termasuk tampil di Mosaic Music Festival di Singapore beberapa saat yang lalu.

Selama selang waktu 35 tahun tersebut, mereka tetap menjalin hubungan personal maupun musikal dengan hangat. Kalau dihitung, ada tujuh album kerja sama antara Burton dan Corea ini dalam berbagai formasi. Baik duet, quintet maupun septet. Penghargaan pun melimpah kepada mereka berdua, termasuk mendapatkan lima Grammy Awards di antara album – album kerjasama tersebut.

Sebelum kita menyimak ulang karya pertama mereka di tahun 1972 tersebut, ada baiknya kita melihat realitas mereka dan semangat eksplorasi musik jazz secara umum di sekitar tahun tersebut secara singkat. Kiranya hal ini perlu kita refleksikan karya mereka tersebut pada masa sekarang.

***

Gary Burton pernah terpilih majalah jazz terkemuka Downbeat sebagai Jazzman Of The Year di tahun 1968. Dia terpilih karena beberapa aktivitas kelompoknya yang mengusung perpaduan antara musik jazz dan rock. Waktu itu hal tersebut masih menjadi fenomena yang menantang. Memasuki awal dekade 1970an, Burton justru konsentrasi kembali tampil dalam format yang berkecenderungan akustik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah musik jazz, Burton membuat album solo vibraphone yang berjudul “Alone At Last” (RCA), pada tahun 1971. Kemudian disusul kerjasama dengan beberapa musisi jazz seperti bassis Steve Swallow (“Hotel Hallo”, ECM), gitaris Ralph Towner (“Matchbook”, ECM) dan bersama Chick Corea dalam album ini.

Sementara Chick Corea setelah lepas dari Miles Davis pada tahun 1970, dia membentuk kelompok jazz avant-garde Circle, meskipun tidak berusia lama. Pada tahun 1971, dia memutuskan untuk membentuk kelompok fusion legendaris Return To Forever. Menariknya, di antara kesibukannya dalam kelompok RTF tersebut yang notabene banyak melibatkan banyak instrument elektronik, Chick Corea masih merasa rindu untuk tampil menggunakan instrument akustik, piano. Salah satunya adalah tampil bersama Burton.

Selain itu, ada suatu hal menarik yang dilakukan oleh Manfred Eicher, seorang produser terkemuka dari label ECM (berdiri tahun 1969). Seolah ECM records mengadakan sebuah counter-movement di mana kala itu trend dan gaya musik jazz fusion atau jazz rock sedang marak – maraknya. Dengan gaya estetikanya yang khas, ECM justru menarik banyak musisi muda untuk bermain musik jazz (sebagian besar berformat akustik) dengan warna baru. Label ini lebih menekankan detail akan sebuah transparasi, kejernihan, nuansa serta cenderung mereduksi peran unsur musik blues dan bebop. Tentunya didukung dengan sarana rekaman dan pasca rekaman yang bermutu tinggi. Sehingga belakangan muncul mitos “ECM Sound”.

***

Album “Crystal Silence” mempersembahkan sebuah sajian musik chamber modern dan sebagian besar dalam tempo pelan namun mempunyai kedalaman dan intensitas permainan. Kalau dibandingkan dengan album konser mereka di tahun 1979, album ini masih terasa sedikit lebih unggul. Album ini lebih merepresentasikan kehangatan hubungan mereka. Selain itu, penataan lirik terasa lebih jelas dan bersih serta detail variasi warna musiknya lebih banyak.

Dibuka dengan salah satu tembang unggulan karya Chick Corea, ‘Senor Mouse’, yang dimainkannya dengan berapi – api. Dalam tembang ini, Burton juga mencoba untuk menyesuaikan dengan selera Corea untuk bermain di wilayah pertemuan musik Spanyol dan modal jazz. Di mana hal ini juga cukup sulit dilakukan. Dalam beberapa komposisi yang bernuansa ballad seperti ‘Arise, Your Eyes’, ‘I’m Your Pal’, ‘Dessert Air’ atau ‘Feelings And Things’, di sini peran Burton cukup menonjol ketika dia seolah melenturkan nada vibraphonenya atau semacam pitching dan memanipulasi manual vibrasinya sehingga membangun suatu nuansa yang kuat.

Sementara magnum opus-nya adalah komposisi yang berjudul sama dengan album ini sendiri. Dengan tema melodi yang relatif sederhana, mereka mengolah komposisi ini menjadi sebuah suita yang lengkap. Ada saat – saat dramatis, indah, lirikal sekaligus riang dan danceable. Di tahun yang sama, tembang ini juga masuk dalam sampul Chick Corea “Return To Forever” (ECM) meskipun terasa lebih syahdu dalam album ini. ‘Falling Grace’ menyusul dengan melodi ringan namun cukup berbobot.

Dua komposisi terakhir adalah karya Chick Corea, ‘Children’s Song’ dan ‘What Game Shall We Play Today’. ‘Children’s Song’ dimainkan dengan sederhana. Sementara itu, penampilan Return To Forever membayangi lagu penutup tersebut. Seolah – olah masih ada Flora Purim yang menyanyikan lagu tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker