Review

BALI LOUNGE 2

Bali Lounge kembali dengan rekaman baru. Masih merupakan kolaborasi musik lintas negara, Bali Lounge kini punya wajah baru selain melibatkan Lewis Pragasam (drums dan perkusi, Malaysia) dan Harry Toledo (bass). Dua nama baru itu adalah Alvin Loebis(piano, keyboards & programming), Chris Wright (gitar) dana beberapa pemain tambahan di sesi rekaman.

Rilisan ini dimulai dengan atraksi solo Lewis Pragasam dalam komposisi instrumental berjudul “Dogol Street”. Dominasi Pragasam melalui tetabuhan perkusi dan lantunan voice-nya mengingatkan pada musik yang dia presentasikan di album-album awal Asiabeat. Sepertinya track ini hanya diset sebagai intro untuk membuka album. Durasinya dibuat pendek sekitar 0:30 menit. Padahal jika dimainkan diatas panggung, “Insert” berpotensi menjadi komposisi yang komunikatif dan merangsang goyang.

Apa lagu-lagu berikutnya akan sebangun dengan bentuk peragaan “Insert”?

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, ada baiknya kita skip CD ke track kelima dulu untuk menghilangkan rasa penasaran karena singkatnya durasi “Insert”. Lagu yang dimaksud, “Samba Sunda”, menampilkan rhythm perkusi yang membungkus alunan melodi suling sunda yang dimainkan oleh mantan pemain kendang simakDialog, Jalu D. Pratidina. Meski ide ini tidak orisinil, namun “Samba Sunda” cukup kuat menyiarkan nuansa magis hasil perpaduan modal jazz dengan musik etnik beberapa daerah.

Untuk menyimak lagu-lagu berikutnya, ada baiknya kita menurunkan level ekspektasi untuk kualitas-kedalaman fusi tersebut. Ada di urutan kedua sebuah komposisi berjudul “Dogol Street”. Basicaly ini adalah komposisi smoth jazz, namun diberi awalan rekayasa program bernuansa etnis. Sayangnya nuansa etnik hanya sebatas intro dan seterusnya adalah sebuah komposisi manis berbasiskan permainan gitar dan keyboard. Deskripsi yang hampir sama juga ada pada lagu “Mean Curry”. Bedanya “Mean Curry” dibuka dengan kemahiran Pragasam membangun suasana dengan olahan bunyi perkusi dan drum dalam waktu singkat dan kemudian baru disisipkan rekayasa program bebunyian etnik Bali di tengah dan nyata di akhir komposisi.

Bagaimana dengan lagu-lagu lainnya? Dibanding pencapaian kolektif ini di album pertama, Bali Lounge kini bisa disebut sebagai Bali Lounge yang mencair dan melakukan kompromi pada selera mayoritas. Lagu-lagu mereka pun tidak lain berangkat dari tema cinta. Contoh ektrim ada pada “Cukup Tak Mengapa” yang benar-benar telah melepas pakem untuk memproduksi suatu bentuk world music yang unik dan memiliki banyak variasi roots. Kemudian berturut-turut ; “Used To”, “Get Happy” dan “In Doubt” yang jazzytunes, “Tell Me” , “Free” (lagu ini kuat mengingatkan pada gaya bernyanyi dan aransemen sebuah karya Sting di salah satu solo albumnya), dan “Jimbaran Jive” yang memasukan unsur R&B dan sedikit sahutan tari kecak. Konsep beragam ini jelas beda dengan detail musik dan kesatuan tema yang ada di album sebelumnya. Kita sudah tidak berada di dalam sebuah lounge yang menyajikan musik-musik seperti buddha bar dan chill-out di rilisan kedua. Namun mungkin usaha ini dapat mendekatkan Bali Lounge sekarang dengan pasar yang lebih luas dan bervariasi. Ranah yang tidak tersekat pada ruangan lounge yang dipakai di pertemuan terdahulu. Siapa tahu dan apa salahnya dicoba?.

BALI LOUNGE 2
Opp Music

Komposisi:
1. Intro
2. Dogol street
3. Get Happy
4. Used to
5. Samba Sunda
6. Tell me
7. Mean Curry
8. Free
9. In doubt
10. Cukup tak mengapa
11. Jimbaran jive
Musisi:
Harry Toledo: Bass
Lewis Pragasam: Drums & Percussion
Chris Wright: Guitar (Lead Vocal on “Jimbaran Jive”)
Alvin Loebis: Piano, Keyboards & Programming

Musisi Pendukung:
Jalu D. Pratidina: Sundanese Percussion on “Free” & “Samba Sunda”
Saat: Bamboo Flute on “Free” & “Samba Sunda”
Demas: Balinese Percussion on “Intro” & “Mean Curry”
Iwan Abdie: Lead Vocal on “Get Happy”, “Tell Me”, & “Free”
Lou CP: Lead Vocal on “Used To” & “Jimbaran Jive”
Menu’: Lead Vocal on “Cukup Tak Mengapa” & “In Doubt”
Irsa Destiwi: Piano on “Cukup Tak Mengapa” & “In Doubt”
Chandra: Backing Vocal on “Get Happy”, “Tell Me”, “Used To”, “In Doubt”, & “Cukup Tak Mengapa”
Uci: Backing Vocal on “Used To”, “In Doubt”, “Free”, “Cukup Tak Mengapa”, & Jimbaran Jive

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker