Review

Tohpati – It’s Time

tohpati-its-time

Tohpati – It’s Time
Sony BMG Indonesia 2008

“It’s Time” merupakan album ketiga dari gitaris Tohpati, setelah “Tohpati” dan “Serampang Samba”, di album ini masih meneruskan semangat dari album ke dua meracik musik jazz dengan nuansa lokal (Indonesia) dan juga masih mengakomodir warna pop, nuansa etnik dari berbagai unsur musik daerah bertebaran di album ini, salah satu perdebatan memasukkan unsur etnis dalam musik yang lebih modern adalah apakah musik tersebut bisa menyatu atau hanya sekedar ornamen dan tempelan dengan nuansa eksotisme, tapi dalam album ini sebaiknya kita tinggalkan perdebatan itu tapi bagaimana kita melihat karya sebagai karya yang patut diapresiasi dan menemukan warna tersendiri.

Lagu “Dancing Kids” sangat tepat ditempatkan sebagai pembuka album ini, sebuah lagu yang langsung menghentak dan langsung mencuri perhatian, komposisi yang cukup riuh dengan ritme dinamis, rappin’ dari Iwa K dan permainan turntable berbaur dengan dialog gitar, clarinet, trumpet dan saxophone, membuat penasaran untuk melangkah ke komposisi selanjutnya.

“Senandung Rindu” yang mengusung vokal dari Putu Sutha dan “Kedamaian” dengan vokal dari Terry merupakan dua komposisi dengan warna pop yang cukup kental tapi diaransemen sangat apik terutama tiupan saluang dan permainan kendang yang membelai di “Kedamaian”.

Atmosfir pulau dewata Bali tertuang dalam komposisi “Dewata” dimana backsound suara para penari Kecak dan tiupan seruling memperkuat nuansa tersebut. “Song For Aceh” sebuah lagu yang didedikasikan untuk Aceh, sebuah komposisi yang sangat menyentuh, dibuka dengan lengkingan voice dalam bahasa aceh yang berpadu dengan keriuhan yang “gelap” dari gesekan cello, petikan gitar dan perkusi disusUl dengan ritme yang menentramkan sungguh sangat kontekstual sekali, sebuah komposisi yang patut diacungi jempol dalam album ini, selain itu juga komposisi “Kata Hati-Inspiration” yang menutup album ini meskipun seolah terlepas dari rangkaian nuansa yang telah dibangun dari awal tapi merupakan komposisi yang cukup menarik, mengingatkan pada era ECM gitaris Pat Metheny.

Album yang cukup menarik dan layak masuk dalam koleksi para pecinta jazz tanah air, dan dalam album ini Tohpati banayak dibantu para sahabatnya musisi-musisi handal tanah air.

Tags

Ajie Wartono

Memimpin divisi Projects & Event Management. Pernah mengikuti Dutch Jazz Meeting di Amsterdam, Belanda. Selama dua tahun dipercaya menjadi Ketua Festival Kesenian Yogyakarta (2007, 2008) selain sebagai Program Director, Bali Jazz Festival dan Ngayogjazz

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker