Review

Sonata 47 – Hampa

Judul Album: Hampa
Artis : Sonata 47
Label : Nusantara Recording
Tahun Rilis     : 1976

Tracklist
1. Anju Au
2. Hampa
3. Sayang Tak Terduga
4. Bisikan Nada
5. Dimana
6. Bisikan Hatimu
7. Jakies Mambo
8. Malam Tak Berbintang
9. Jangan Ragu

Sonata471Bandung yang kerap disebut Paris Van Java  merupakan kota pengembang musik jazz di negeri ini selain Jakarta dan Surabaya. Banyak tercatat pemusik dan grup musik yang mengemuka dengan kualitas memadai di sektor jazz. Satu diantaranya adalah kelompok dengan  Sonata 47.

Namanya memang unik seolah menyiratkan sebuah bagian dari sebuah  komposisi musik klasik. Sebetulnya nama Sonata itu diambil dari sebuah “sturadara” (studio radio daereah)  bernama Sonata yang terletak di Jalan Riau No.47 Bandung. Adalah  Adang Bendo yang menggagas terbentuknya grup jazz yang terdiri atas Eddy Karamoy (gitar), Elfa Secioria Ridwan (keyboards,piano,vibraphone), Hasbullah Ridwan (bass), Didan (drum/perkusi), Darmo (flute) serta Iwan (bass) itu lalu dibaptis sebagai Sonata 47.

Pemunculan Sonata 47 memang menarik perhatian terutama adalah kepiawaian gitaris turunan Manado Eddy Karamoy yang sepintas mengadopsi pola permainan gitar Wes Montgomery. Tapi jangan lupa  ada seorang pemusik belia bernama Elfa Secioria Hasbullah Ridwan yang memainkan piano, miniMoog dan vibraphone. “Saya memang mengagumi Cal Tjader dan Lionel hampton” ujar Elfa Secioria yang saat itu baru berusia 18 tahun, menyebut dua penabuh vibraphone jazz ternama.

Pesona Sonata 47 ini memang terletak pada dialog dua generasi jazz ini.Menariknya di grup ini ayah kandung Elfa Secioria, almarhum Hasbullah Ridwan tampil memainkan saxophone dan bass.

Sonata 47 terampil meracik be-bop hingga Brazillian music walaupun tetap dalam kemasan pop.Tampaknya Sonata 47 belum berani menampilkan jazz dengan totalitas sebuah garapan instrumentalia.Karena seluruh track di album ini dinyanyikan oleh 2 penyanyi wanita. Tetapi jika anda jeli,maka anda bisa menemukan pola permainan piano Sergio Mendes dalam gaya permainan Elfa yang sexy. Simak permainanan Elfa dan Eddy Karamoy dalam lagu “Anju Au” dari Tapanuli yang terasa ekspresif. Mereka berdua saling berbagi ruang dalam menbgedepankan solo instrumennya.

Gaya Latin jazz yang kental bisa kita rasakan pada Jakies Mambo. Nuansa Kuba yang perkusif dengan piano sebagai primadona,melekat erat dalam komposisi ini. Lagi-lagi Elfa Secioria  membuat kita tak mampu untuk menahan decak kagum.

Sayangnya kualitas permaiinan jazz yang mumpuni tidak tertunjang dengan kualitas rekaman yang memadai. Hasilnya memang sangat mengecewakan. Tapi sebagai dokumentasi sejarah jazz, hal yang sebetulnya vital harus kita abaikan dahulu sejenak.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker