Sonata 47 – Hampa
Bandung yang kerap disebut Paris Van Java merupakan kota pengembang musik jazz di negeri ini selain Jakarta dan Surabaya. Banyak tercatat pemusik dan grup musik yang mengemuka dengan kualitas memadai di sektor jazz. Satu diantaranya adalah kelompok dengan Sonata 47.
Namanya memang unik seolah menyiratkan sebuah bagian dari sebuah komposisi musik klasik. Sebetulnya nama Sonata itu diambil dari sebuah “sturadara” (studio radio daereah) bernama Sonata yang terletak di Jalan Riau No.47 Bandung. Adalah Adang Bendo yang menggagas terbentuknya grup jazz yang terdiri atas Eddy Karamoy (gitar), Elfa Secioria Ridwan (keyboards,piano,vibraphone), Hasbullah Ridwan (bass), Didan (drum/perkusi), Darmo (flute) serta Iwan (bass) itu lalu dibaptis sebagai Sonata 47.
Pemunculan Sonata 47 memang menarik perhatian terutama adalah kepiawaian gitaris turunan Manado Eddy Karamoy yang sepintas mengadopsi pola permainan gitar Wes Montgomery. Tapi jangan lupa ada seorang pemusik belia bernama Elfa Secioria Hasbullah Ridwan yang memainkan piano, miniMoog dan vibraphone. “Saya memang mengagumi Cal Tjader dan Lionel hampton” ujar Elfa Secioria yang saat itu baru berusia 18 tahun, menyebut dua penabuh vibraphone jazz ternama.
Pesona Sonata 47 ini memang terletak pada dialog dua generasi jazz ini.Menariknya di grup ini ayah kandung Elfa Secioria, almarhum Hasbullah Ridwan tampil memainkan saxophone dan bass.
Sonata 47 terampil meracik be-bop hingga Brazillian music walaupun tetap dalam kemasan pop.Tampaknya Sonata 47 belum berani menampilkan jazz dengan totalitas sebuah garapan instrumentalia.Karena seluruh track di album ini dinyanyikan oleh 2 penyanyi wanita. Tetapi jika anda jeli,maka anda bisa menemukan pola permainan piano Sergio Mendes dalam gaya permainan Elfa yang sexy. Simak permainanan Elfa dan Eddy Karamoy dalam lagu “Anju Au” dari Tapanuli yang terasa ekspresif. Mereka berdua saling berbagi ruang dalam menbgedepankan solo instrumennya.
Gaya Latin jazz yang kental bisa kita rasakan pada Jakies Mambo. Nuansa Kuba yang perkusif dengan piano sebagai primadona,melekat erat dalam komposisi ini. Lagi-lagi Elfa Secioria membuat kita tak mampu untuk menahan decak kagum.
Sayangnya kualitas permaiinan jazz yang mumpuni tidak tertunjang dengan kualitas rekaman yang memadai. Hasilnya memang sangat mengecewakan. Tapi sebagai dokumentasi sejarah jazz, hal yang sebetulnya vital harus kita abaikan dahulu sejenak.
Judul Album: Hampa
Artis : Sonata 47
Label : Nusantara Recording
Tahun Rilis : 1976
Tracklist
1. Anju Au
2. Hampa
3. Sayang Tak Terduga
4. Bisikan Nada
5. Dimana
6. Bisikan Hatimu
7. Jakies Mambo
8. Malam Tak Berbintang
9. Jangan Ragu

