Review

Philosophy ABG (Arief – Bintang – Gerry)

philosophy-abg1. Marco/Martha/Ulthor
2. Gambir
3. Table For Three
4. Fretted, Fretless, EWI, and Cymbals
5. Cough
6. Sad Sad Sad
7. Gerry’s Mood
8. Rheva JoBum
9. Wong Ayu Sukmowicoro

Philosophy: Apakah ini filsafat dengan pendekatan yang bersandar pada kekuatan nalar? Dalam pikiran awam, bisa jadi njlimet kalau begitu. Akan tetapi, di awal malah mengalir “Marco/Martha/Ulthor” dalam gaya cool jazz, mengayun tersusun-terencana, disisipi kur brass-section orkestral dalam aransemen berkelas. Ini malah disusul “Gambir”, yang sama tak tergesanya, seringan 8-beat-pop. Suasana stasiun kereta yang terekam di latarnya tak sedikitpun meninggalkan kesan sibuk, apalagi tak karuan.

Kontras baru diperkenalkan pada “Table For Three”. Arief Setiadi sedikit mendesak batas vertikal dengan tiupan paksanya saat klimaks solo perlahan tercapai. Namun, solo Bintang Indrianto berbalik kalem saja saat iringan meredup pada putaran berikutnya. Barulah pada “Fretted, Fretless, EWI, and Cymbals” ruang interaksi dibuka bebas. Gerry Herb cermat mengolah aneka simbal di daerah lonceng hingga tepi crash menanti datangnya tiap momentum. Dengan EWI, Arief dilontarkan trampolin dari batas horizon dengan hanya dimodali sedikit prakiraan. Sementara Bintang jadi raja sehari, merepet, menekuk-nekuk nada pada fretless-nya. Tergoda juga ia untuk membunyikan harmonik di penghujung.

Loop bernafas digital di awal “Gerry’s Mood” langsung memberi stempel genre electronica pada nomer ini. Jenis musik yang merasuki pendengarnya secara bertahap menuju trance. Kanal kanan dan kiri bergantian diisi potongan solo drum yang menabrak keteraturan-kaku loop. Di belakangnya menyusul, nomer reggae “Rheva JoBum” yang punya kesan antik (nomer ini disebut sebagai ”Klepon” saat Bintang tampil pada Jazz 15 Mei).

Trio ini diperkenalkan albumnya pada acara Fusion Trio Explosion di TIM awal 2009. Dari sekedar menyimak, tidak jernih betul maksud yang ditangkap dari filosofi Arief-Bintang-Gerry (ABG). Mungkin karena sulit memisahkan serius dengan canda (bisa-bisa dapat canda yang serius). Toh, namanya tetap “bermain” musik. Pada cover album Philosophy ABG pun ada potongan foto VW kodok berplat “D” yang biasa dikendarai Arief. Mungkin memang ABG sedang puber.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker