Review

Ireng dan Kiboud Maulana – Guitar Bossa

Judul Album : Guitar Bossa
Artis : Ireng dan Kiboud Maulana
Label : Musica Studio’s
Tahun Rilis : 1983

Tracklist
1.Surat Undangan
2.Pada Dewi Malam
3.Cinta
4.Keheningan Malam
5.Desir Angin
6.Embun
7.Surat Undangan
8.Ariawan
9.Cermin Jiwa
10.Jangan Lama dan Bimbang
11.Malam Syahdu
12.Citra

Kakak beradik Kiboud Maulana dan Ireng Maulana adalah gitaris yang mulai memuncak namanya di era 60-an. Keduanya secara kebetulan pernah tergabung dalam band pengiring ternama Eka Sapta yang terbentuk tahun 1963 bersama Idris Sardi, Itje Kumonang dan Benny Mustafa van Diest. Saat itu baik Kiboud Maulana maupun Ireng Maulana lebih cenderung memainkan musik pop. Selain sebagai band pengiring, Eka Sapta pun kerap pula merilis album-album bernuansa instrumental.

Memasuki dekade 70-an kedua bersauadara Maulana ini lalu mulai memainkan musik jazz. Kebiasaan memainkan musik instrumental tampaknya merupakan modal utama saat menjejakkan kaki di ranah jazz yang sebagian besar justeru menuntut keterampilan memainkan musik secara instrumental. Pada galibnya kemampuan sebagai solo instrumentalis jelas terasah disini.

Di tahun 1983, Kiboud dan Ireng bergabung dalam sebuah album bertajuk “Guitar Bossa”. Dari tajuk albumnya sesungguhnya penikmat musik pasti sudah mampu menerka musik apakah yang akan disajikan kedua bersaudara ini.

Bossa nova, ragam musik Brazil yang mejejalkan aura musik yang intim, teduh dan romantis,merupakan pilihan tepat bagi duo gitar Ireng dan Kiboud Maulana ini. Sebuah suguhan menyegarkan. Tak perlu mengernyitkan dahi. Rasanya pas untuk anda yang baru mulai berkenalan dengan musik jazz.Jazz for the beginner, kira kira begitulah.
Lagu-lagu yang dibawakan kebanyakan adalah evergreen hits Indonesia seperti “Surat Undangan” karya Jules Fiole yang sering dianggap memiliki kemiripan dengan “I’ll Be There” nya The Jacksons Five. Juga ada Embun karya Cok Sinsoe dan Usmar Ismail termasuk “Citra” karya Samsudin Hardjakusumah yang dipopulerkan Bimbo pada tahun 1979.

Perpaduan gitar elektrik Gibson dan Fender yang dimainkan dengan clean terasa kian bersahabat bagi penyimak album ini. Keduanya tak jarang membiarkan petikan gitarnya saling berdialog. Kiboud Maulana sendiri terkadang menelusuri notasi yang memihak ke blues. Kiboud lebih berani menafsir sebuah improvisasi. Namun Ireng banyak menjaga ritme dengan riffing yang tak berlebihan.

Ritme Bossanova memang memiliki keunikan. Setidaknya spirit jazz memang bisa menggumpal dalam genre musik yang di era 60-an banyak diperkenalkan Antonio Carlos Jobim, Joao Gilberto maupun Astrud Gilberto ke peta musik jazz dunia. Pengaruh bossanova pun menyeruak di khazanah musik Indonesia. Salah satunya bisa kita simak dalam album “Guitar Bossa” dari Ireng dan Kiboud Maulana.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp Perlu bantuan?