Review

Tohpati Oper Gigi di Ethnomission

Tohpati Ethnomission - Save The Planet

Sepintas embel-embel “mission” segera berasosiasi dengan “Trance/Mission”, judul album simakDialog (2002) di peralihan adopsi penuh kendang Sunda pada seksi ritme. Tohpati yang termasuk pentolannya menghadirkan corak peralihan tersebut pada album solo terbarunya, lewat permainan kendang Endang Ramdan komplementer terhadap tabuh drum Demas Narawangsa. Begitu didengarkan, warna distorsi, manipulasi pedal ekspresi, hingga aksen lengking yang serupa pun mengkonfirmasi jalinan tersebut. Belum lagi gaya rekaman live utuh yang nyaris menihilkan overdub jika mengingat tiga album sebelumnya, yang lebih memiliki polesan manis, yaitu saat masih di bawah label Sony Music. Pembuka “Etno Funk” juga menyimbolkan preferensi gitaris papan atas ini pada kreasi bernunsa tradisi sekaligus kocokan (strumming) funk yang sarat syncopated rhythm. Proporsi yang sudah mulai dibukukan sejak rilis “Tohpati” (1998) itu perlahan condong ke musik etnik.

Berbicara proporsi pada album simpul dua dunia Tohpati, “East West” adalah porsi fusion kontemporer yang paling gamblang. Tidak mengejutkan kalau tenorist Bob Mintzer muncul dalam unison melodi intervalik yang seolah membalas “Yahoo” ketika dimainkan Yellowjackets dengan bintang tamu Tohpati pada Jak Jazz Festival 2008. Mintzer tanpa kesulitan berarti menemukan ide pembuka yang menawan untuk solo saksofonnya. Fusi sejenis disuntikkan bius groove yang membuka “Rain Forest”dalam atmosfer jam band, walaupun ternyata berakhir dalam tema progresif.

Di sisi lain terdapat pula tutur cerita “Bedhaya Ketawang” yang menonjolkan suling Diki Suwarjiki dalam balada kontemplatif. “New Inspiration” menampilkan fitur bassist Indro Hardjodikoro sebagai versi baru dari album “It’s Time” (2008) yang memuatnya sebagai medley “Kata Hati (Inspiration)” pada bagian improvisasi duet drum-gitar. Aksi kendang-drum diberi slot pada “Perang Tanding” yang mewujudkan salah satu babak pertunjukkan wayang, dengan “Gegunungan” di babak lainya bagi duet gitar (plus synth) dengan kendang. Apalagi yang lebih tepat mengakhiri guitar-vaganza selain sedikit sentuhan country twang/chicken pluck dalam keriangan “Pesta Rakyat”.

Pada awalnya sempat muncul konsep untuk merekam album ini di alam terbuka dengan sekaligus menghasilan pengambilan gambar untuk DVD. Pada akhirnya rekaman ini dilakukan indoor dan dirilis berbentuk keping audio yang beredar sejak Axis Java Jazz Festival 2010. Yang jelas secara materi Tohpati merasa lebih bebas berkreasi pada album solonya ini.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker