Review

Chico Pinheiro – There’s A Storm Inside

Chico Pinheiro - There’s A Storm Inside
Chico Pinheiro - There’s A Storm Inside

Artis: Chico Pinheiro
Album: There’s A Storm Inside
Label: CT Music

01. Our Love is here to Stay
02. Boca de siri
03. There’s a Storm inside
04. Mamulengo
05. Recriando a Criação
06. Flor de Fogo
07. A sul do teu olhar
08. Sertão Wi Fi
09. Um filme
10. As
11. Valsa # 8
12. Buritizais

Musicians:
Chico
Pinheiro: Guitar and vocals, Dianne Reeves: vocals, Luciana Alves: vocals, Bob Mintzer: tenor Sax and Bass Clarinet, Nailor “Proveta”Azevedo: Clarinet
Otmaro Ruiz: Fender Rhodes, Fabio Torres: Acoustic Piano & Fender Rhodes, Paulo Calasans: Acoustic Piano, Electric Piano, Marcelo Mariano: Electric Bass & Fretless, Paulo Paulelli: Acoustic Bass & Mouth Drums
Edu Ribeiro: Drums, Marco Bosco: Percussion

Mungkinkan pergaulan jejaring sosial di dunia maya menghasilkan sebuah album Brazilian jazz yang dahsyat?

Kalau mencari contoh pemusik Brasil yang menonjol di belantika musik dunia saat ini tak sulit mendapatkan nama Chico Pinheiro.  Dua albumnya masuk dalam sepuluh album terbaik di Brasil dalam sepuluh tahun terakhir.  Album ketiganya yang merupakan kolaborasi dengan gitaris Anthony Wilson, Nova, dinilai sebagai bukan Brasil dan bukan Amerika, melainkan sesuatu di antaranya.  Banyak nama tenar dengan sukacita mendukung album Chico, sebut saja João Bosco, Dori Caymmi, Ivan Lins, Lenine, Ed Motta, Maria Rita dan Chico Cesar.

Album keempatnya ini yang baru tahun 2010 direlease oleh CT Music, label eksklusif yang relatif baru di Jepang, menampilkan vokalis Dianne Reeves dan saksofonis Bob Mintzer, disamping vokalis Luciana Alves yang sudah ikut di proyek yang melibatkan Chico sebelumnya.  Keikutsertaan musisi dunia Reeves dan Mintzer, yang dikenal sebagai pencinta musik Brasil, membuka jendela lebih lebar untuk mata dan telinga internasional, apalagi dengan repertoir Gershwin “Our Love Is Here To Stay” dan hit Stevie Wonder “As”.  Chico membuktikan pula bahwa komposisi dan aransemennya punya kelas tersendiri di album tersebut, belum lagi permainan gitar custom Zaganin dan Tessarin nya yang memukau.  Banyak komentar menyebutkan perpaduan pengaruh Wes dan Guinga sampai Metheny dalam permainannya.  Namun, lebih tepat kiranya menjelaskan hal tersebut sebagai keterampilan otodidak Brasil yang dipoles didikan Berklee College of Music dari Mick Goodrick dan Hal Crook, gurunya di sana.  Diiringi rhythm section yang terkenal handal, yaitu Paulo Pauleli (bas akustik), Edu Ribeiro (drums) dan Fabio Torres (piano), ditambah Marcelo Mariano (bas elektrik), pianist Paulo Calasans, dan percussionist Marco Bosco, Chico juga melantunkan suara lembutnya yang memberikan warna tersendiri di hampir semua lagu.

Lagu “There’s A Storm Inside” yang versi instrumentalnya ditampilkan sebagai “Nova” di album Nova, syairnya ditulis Jesse Harris dan dinyanyikan Reeves menjadi salah satu kekuatan album ini. Simak juga lagu “Sertão Wi Fi” yang dimulai dengan sentuhan tradisional di prolognya, kemudian berubah drastis menjadi begitu kontemporer di inti lagu dengan masih mempertahankan tema yang sama.

Mintzer yang menyisipkan sekelumit melodi Timur Tengah di “Mamulengo”, meskipun sedikit mengingatkan pada gaya Sonny Fortune di album Rabih Abou-Khalil, dengan cerdik berhasil memadukannya secara harmonis dengan nuansa Brasil yang mewarnai album ini.  Ia, yang memainkan tenor sax dan bass clarinet di beberapa lagu, masih ingat ketika awalnya secara tak sengaja menemukan dan terpaku pada profile page Chico di MySpace.  Saksofonis ini mengirim message, mengajaknya bertemu dan membuat musik bersama, dan hasilnya sebuah album yang sangat tidak mengecewakan.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker