Review

Amina Figarova – Sketches

Amina Figarova - Sketches
Amina Figarova - Sketches

Artis: Amina Figarova
Judul: Sketches
Label: Munich Records

Track
1. Four Steps To…
2. Unacceptable
3. Sketches
4. Caribou Crossing
5. Breakfast For The Elephant
6. Whotsot
7. Back In New Orleans
8. On The Road
9. Flight No
10. Look At That
11. Train To Rotterdam
12. Happy Hour
13. Your Room

Musisi:
Amina Figarova (piano), Bart Platteau (flute, B-flat flute d’amore), Ernie Hammes (trumpet, flugelhorn), Marc Mommas (saksofon tenor), Jeron Vierdag (kontrabass), dan Chris “Buckshot Strik (drum),

Sketches: Empiri Keseharian Amina Figarova Dalam Sebuah Sketsa Musikal

Menyimak album Sketches ini rasanya seperti mendengarkan sebuah narasi. Bukan Amina Figarova namanya jika kisah yang disampirkan menjadi datar dan tak bermakna. Intelektualitas musikal dan jiwa artistik yang dimiliki pianis kelahiran Baku, Azerbaijan ini adalah alasan mengapa ia begitu piawai bercerita – lewat musik – walaupun hanya gambaran pengalaman sehari-hari.

Trek pertama, “Four Steps to…” sangatlah impresif, diawali dengan introduksi piano singkat sebelum memasuki tema sederhana dan bersahaja yang dihembuskan instrumen flute, saksofon alto, dan trumpet secara unisono. Kemudian solo piano bergantian dengan saksofon alto menjadi aksen komposisi ini. Kontras dengan nomor pembuka tadi, pada lagu kedua, “Unacceptable” tensi permainan meningkat drastis lewat denyut irama yang cepat dan rumit serta ditampilkan secara presisi. Sementara pada “Sketches”, petunjuk utamanya adalah ketika mendengar ostinato dari tangan kiri Amina yang sejalan dengan petikan kontrabass juga pukulan drum penuh rentak.

Sumber inspirasi album ini, demikian halnya dengan album-album terdahulu seperti Night Train, Come Escape With Me, Above the Clouds, maupun magnum opus September Suite, adalah pengalaman indrawi seorang Amina Figarova. Semisal pada “Flight No”, terasa sekali unsur ketegangan dan terburu-buru dan ternyata latar belakang komposisi ini adalah ketika Amina dan grupnya ketinggalan pesawat di sebuah bandara selagi melakukan tur. Interpretasi menarik dapat disimak dalam “Back in New Orleans”, komposisinya menyiratkan suatu kegalauan yang mendalam terwakilkan oleh tiupan sengau saksofon alto dan alunan kontrabass yang mengalir berat. Menurut Amina komposisi ini adalah persepsi atas Badai Katrina yang menimpa kota itu sekitar lima tahun lalu.

Meskipun berada dalam kerangka post-bop, namun album ini dapat menghadirkan sesuatu yang distingtif berkat kejelian Amina dalam mengolah ide musikalnya. Acuan impresionistik tertuang pada komposisi “Caribou Crossing”, “Breakfast For the Elephant” dan “Your Room”. Latar belakang pendidikan formal musik klasik yang lama ia tekuni memberikan kontribusi positif dalam berkarya, terlihat dari tekniknya yang pianistik maupun komposisional yang sangat rapi namun jauh akan kesan kaku. Nuansa funk dan latin yang ceria lagi dinamis dapat dijumpai tatkala menyimak “Happy Hour”.

Album ini semakin menunjukkan posisi Amina Figarova dalam perkembangan jazz masa kini. Ia adalah pianis / komposer / arranger kelas satu yang senantiasa bereksplorasi dengan segala kemampuannya. Bersama grup Sextetnya yang terdiri atas musisi-musisi unggul seperti Bart Platteau (flute, B-flat flute d’amore), Ernie Hammes (trumpet, flugelhorn), Marc Mommas (saksofon tenor), Jeron Vierdag (kontrabass), dan Chris “Buckshot Strik (drum), Amina Figarova kembali berbagi cerita melalui goresan nada dalam kanvas Sketches.

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker