Review

Jean-Luc Ponty (and His Band) – The Atacama Experience

Jean-Luc Ponty - Atacama Experience
Jean-Luc Ponty - Atacama Experience

Kekhilafan dapat terjadi pada siapa saja, tak terkecuali sebuah label rekaman ternama, Koch Records ketika merilis album The Atacama Experience dari violinis Jean-Luc Ponty. Pada sampul album maupun judul trek, tertulis ACATAMA yang seharusnya menjadi ATACAMA. Awalnya Jean-Luc Ponty (JLP) sempat berang saat mengetahui hal ini, namun apa mau dikata, semua telah terjadi dan akhirnya album itu diluncurkan juga (imbasnya, JLP selalu meluruskan masalah ini pada setiap wawancara).

Terlepas dari segala kesilapan proses pengemasan, album ini sangatlah bernilai untuk diapresiasi. The Atacama Experience merupakan buah musik atas pengalaman inderawi seorang JLP waktu menjelajahi berbagai tempat menarik di dunia antara Januari 2006 hingga Februari 2007 bersama band bentukannya, dengan personil multinasional William Lecomte (piano, keyboards), Guy Nsangué Akwa (bas), Thierry Arpino (drum), dan Taffa Cissé (perkusi). Tidak kurang dari 14 trek dengan pelbagai preferensi musikal tercantum di dalamnya.

Album ini dibuka lewat “Intro”, rekaman audio yang memperdengarkan soundscape jalan di kota Paris, sebagai pengantar ke-13 lagu setelahnya. Selepas “Intro”, terdengarlah komposisi “Parisian Thoroughfare” karya pianis pemrakarsa bebop, Bud Powell yang dikemas dalam alunan funky dan terselip sedikit nuansa hip-hop sebagai aksen. Namun pencuri perhatian utama adalah gesekan biolin yang lincah dan ceria sewaktu tema utama dimainkan. Terdapat pula solo gitar Philip Catherine, salah satu kolaborator JLP di era awal 1970-an yang sekian tahun tak berjumpa dengan JLP. Philip kembali tampil dalam “Still in Love” yang bergaya smooth jazz dengan sentuhan latin lewat tepukan perkusi Taffa Cissé, membuat lagu tersebut manis adanya.

Aroma fusion terasa menyengat pada nomor “Point of No Return” yang turut mengundang pemain gitar Inggris sang “legato master”, Allan Holdsworth. Aksinya ketika tampil solo sungguh mengagumkan, sound maupun frase gitarnya yang melebur bersama alunan biolin JLP selalu terngiang. Menurut JLP, permainan gitar Allan di album ini mampu membawa muatan liris ke posisi klimaksnya, dengan pemilahan cerdas atas ritme maupun melodi. JLP menambahkan, “…solo gitar terindah yang pernah saya dengarkan selama berkolaborasi dengan Allan (Holdsworth), ada di album ini”, imbuhnya.

Patut disimak juga, performa solo JLP yaitu “The Atacama Experience” dengan biolin elektrik. Terasa futuristis lewat penerapan synthesizer yang mengolah bunyi-bunyian elektronik secara kolase, seolah ingin menggambarkan persepsi lanskap melalui instrumennya tersebut. Ternyata sumber inspirasinya adalah kesan JLP atas ngarai luas di Gurun Atacama, sebelah Utara Cile, setelah konsernya di Santiago. Sedangkan “Desert Crossing” merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi musikus jebolan Conservatoire National Supérieur de Musique de Paris (ia terdaftar pada usia 16 tahun dan lulus 2 tahun kemudian!) ini. Nomor itu adalah kali pertama dirinya tampil solo (tanpa iringan) dengan biolin akustik setelah empat dekade lebih karir musiknya. Sesuai judulnya, JLP menuturkan bahwa untuk memainkan “Desert Crossing” butuh keberanian seperti ketika sedang melintasi gurun. Iapun sukses memamerkan virtuositas lewat beragam teknik seperti double stops, left-hand pizzicato, cross-strings legato hingga riff cepat mengutip capriccio Niccolò Paganini ataupun frase yang mengingatkan atas kejayaan Stéphane Grappelli.

Trek menarik lainnya adalah “Celtic Steps” berbalut ritmik groovy dan aksi solo bas elektrik Guy Nsangué Akwa yang memikat. Irama rampak dalam “On My Way to Bombay” ikut melengkapi jelajah musikal JLP dan bandnya. Gaya retro terlihat pada “Back in the 60s” berkat sentuhan Fender Rhodes William Lecomte. Album The Atacama Experience akhirnya ditutup dengan hentakan funk, “To and Fro”. C’est formidable, Monsieur Ponty!

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker