Review

Fahir Atakoğlu – If

Fahir Atakoglu - If
Fahir Atakoğlu - IfFahir Atakoğlu – If

Fahir Atakoğlu If

Album ini merupakan proyek tebar pesona seorang pianis jazz asal Turki bernama Fahir Atakoğlu. Lewat kelincahan jemari tataran virtuoso, tumpuan ritme kompleks, dan olah bunyi eksotis – ibarat sebuah buluh perindu yang siap memikat pendengarnya. Untuk mengonkretkan niat tersebut, Fahir bertalian dengan basis Amerika Anthony Jackson dan Cubano Horacio “El Negro” Hernandez sebagai pengendara drum.

If terdiri atas tepat selusin gubahan asli Fahir Atakoğlu yang menampung curahan hasrat secara eksplisit, tanpa tedeng aling-aling. Bersama Horacio dan Anthony, ia langsung bergerak cepat di nomor pembuka “If” melalui hentakan drum rampak kemudian melaju bersama riff piano dengan ritme selaras. Instrumen bas berperan menjembatani aspek melodis dan ritmis, afdal jadinya. Keunikan Turki dalam berbagai segi kehidupan, mengingat letaknya yang trans-kontinental, terwujud pada “Two Ways” dalam jalinan tempo ketat. Trio ini semakin menjadi-jadi ketika komposisi “Anadolu” mulai dimainkan. Anadolu adalah Bahasa Turki untuk Anatolia yang berarti Asia Kecil, kawasan Turki tempat persinggungan benua Eropa dan Asia serta situs bersejarah lahirnya beragam peradaban dunia. Warisan musik daerah Anatolia turut diolah secara cermat oleh Fahir, dengan menggunakan siklus ritme ganjil hitungan 14/8 namun mengasyikkan.

Saksofonis Donny McCaslin ikut meramaikan pada trek “About Autumn” yang bergaya ballad dan menegaskan karakter funk pada “Spur Of The Night”. Fahir kembali menampilkan garapan musik bersukat non-reguler; kali ini bilangannya 10/8 yang tertuang di nomor “Ten Eight”. Selain itu ada pula “Yana Yana” dengan nuansa dramatis menunjukkan keahlian pukulan drum Horacio lewat gaya bermain energik diimbangi kesigapan pondasi bas Anthony. Pengalaman Fahir sejak tahun 1987 sebagai ilustrator musik iklan dalam bentuk jingle, relevan dengan kedua komposisi programatis, “Glow With The Flow” dan “Back Home”.

Trio  Fahir-Anthony-Horacio menuntaskan keduabelas trek dengan nomor penutup “Saturday” yang disajikan secara interlokusi beserta sisipan modus-modus khas Turki. Layak dipuji, kendali ritme tangan kiri Fahir – sejalan hentakan drum – pun di waktu bersamaan, tangan kanannya merambah melodi – melodi sulit dengan cepat; keahlian khusus yang tidak bisa dicapai hanya dalam semalam. Pada komposisi ini, mereka tampil mengerahkan segala daya lewat skill yang terasah baik. Aksi solo drum Horacio dengan nuansa Afro-Cuban berdetak kencang hingga birama akhir yang diakhiri unison bas dan piano.

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker