Review

Andien – Kirana

Album : Kirana
Label  : Platinum Records, 2010

She’s moving on!

01. Moving On
02. Gemilang
03. Keraguan
04. Pulang
05. Cerita Kita
06. Kirana
07. Kusadari
08. Salahku
09. Bimbi
10. Cinta

Trek bonus:
Moving On (Radio Mix)

Andien - Kirana
Andien - Kirana

Setengah dasawarsa berselang sejak rilisnya album terdahulu, Gemintang (2005), kini Andien hadir kembali dengan penuh energi dalam Kirana. Banyak pihak, terutama penggemar Andien yang menunggu atau bahkan “memaksa” supaya album ini segera diluncurkan. Penantian itu terbayar lunas dan setelah mendengarkan lagu demi lagu yang mudah dicerna dalam Kirana, segmen pendengar Andien nampaknya akan meluas. Dipercaya sebagai produser adalah Nikita Dompas dan Rifka Rahman, keduanya juga berperan selaku aransir untuk keseluruhan lagu. Hasilnya cukup memuaskan, terjalin keseimbangan antara vokal Andien dengan musik pengiringnya sehingga nyaman didengar.

Mengawali sepuluh trek pada album ini, adalah lagu pembuka “Moving On” yang bergairah, liriknya mengajak untuk terus melangkah, dalam balutan irama gospel. Andien pun turut “sumbang syair” di lagu “Pulang” yang mengalun santai, “Cerita Kita” (bersama Abenk Soulvibe), dan tembang “Cinta” yang bernuansa chill out, diselingi tiupan flugelhorn dan muted trumpet oleh Ian Ingram.

Disertakan pula tiga lagu “daur-ulang” dari era 1970/80-an; “Bimbi” gubahan Titiek Puspa, “Gemilang” (diciptakan Dwiki Dharmawan, dipopulerkan oleh Trie Utami), serta “Keraguan”, salah satu landmark vokal khas Trie Utami. “Bimbi” digarap dalam format big band sintetis (menggunakan horn programming oleh Rifka Rachman), terasa agak timpang dengan permainan rancak Aksan Sjuman dan hembusan trumpet Indra Artie Dauna. Seandainya seksi tiup pada lagu ini adalah instrumen betulan, akan dahsyat jadinya (dengan catatan, pemainnya harus mumpuni). Tembang “Keraguan” bernuansa retro, tak jauh berbeda dengan versi aslinya. Sedangkan “Gemilang” aransemennya minimalis, cukup dengan petikan gitar, jentikan jari, dan gesekan cello untuk mengiringi vokal Andien.

Album ini lumayan menghibur, pilihan lagu dan garapan musiknya cukup variatif, artinya pendengar awam tak perlu gentar untuk dapat berapresiasi. Selamat buat Andien dan tim suksesnya, semoga untuk karya mendatang tak harus menunggu lima tahun lagi.

Personil

Andien: vokal
Nikita Dompas: gitar akustik & elektrik, vokal latar
Rifka Rahman: programming, perkusi, Fender Rhodes, vokal latar

Indra Lesmana: synthesizer
Harry Anggoman: piano akustik, Hammond Organ

Indra Artie Dauna: trumpet
Ian Ingram: trumpet, flugelhorn
Dimawan Krisnowo Adji: cello
Donny Sundjoyo: kontrabas
Barry Likumahuwa: bas elektrik
Bonar Abraham: bas elektrik
Ali Akbar: piano akustik, Hammond Organ, Fender Rhodes
Rayendra Sunito: drum
Aksan Sjuman: drum
Sandy Winarta: drum
The Cross: koor

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker