Review

Soft Machine – Drop

Album: Drop
Label : Moonjune Records, 2008

Soft Machine, grup progresif-visioner yang kerap terabaikan

01. Neo Caliban Grides (Elton Dean)
02. All White (Mike Ratledge)
03. Slightly All the Time (Mike Ratledge)
04. Drop (Mike Ratledge)
05. M.C. (Hugh Hopper)
06. Out-Bloody-Rageous (Mike Ratledge)
07. As If (Mike Ratledge)
08. Dark Swing (Phil Howard)
09. Intropigling (Elton Dean/Mike Ratledge/Hugh Hopper/Phil Howard)
10. Pigling Bland (Mike Ratledge)

Soft Machine - Drop
Soft Machine - Drop

Soft Machine adalah band asal Canterbury, Inggris yang sering disebut sebagai salah satu pionir subgenre rock progresif (prog), “berbagi” Zeitgeist dengan grup semisal Pink Floyd, Jethro Tull, King Crimson, Genesis, Yes, dan Emerson, Lake & Palmer (ELP). Sejak berdirinya pada medio 1966, Soft Machine termasuk grup yang hobi bongkar-pasang pemain (gitaris Allan Holdsworth dan John Etheridge pernah tergabung di band ini). Pada album Drop, formasinya ialah Mike Ratledge (Lowrey organ, Fender Rhodes), Elton Dean (saxello, saksofon alto, Fender Rhodes), Hugh Hopper (bas elektrik), dan Phil Howard (drum). Menariknya, album ini merupakan satu-satunya rekaman line-up tersebut, itu pun dalam bentuk live recording karena sang drummer asal Australia, Phil memperkuat Soft Machine hanya sekitar lima bulan saja dan tak sempat membuat album studio “penuh” bersama Mike, Elton, dan Hugh. Rekaman Drop adalah waktu keempatnya manggung dalam festival jazz di Jerman tahun 1971 pada Donaueschinger MusikTage (Oktober) dan Berliner Jazztage (Berlin Jazz Festival) di Philharmoniehalle, Berlin (November). Mereka tampil sepanggung dengan komposer Polandia Krzysztof Penderecki serta kornetis Don Cherry.

Preferensi musikal yang ditawarkan di album ini sangat beragam, serta nampak suatu kecenderungan untuk mendobrak batasan-batasan teritorial bunyi dalam garapan improvisasi bebas ala free jazz. Nuansa kelam khas rock psikedelik dibenturkan dengan interaksi dialogis-improvisatoris terkemas sporadik lewat dialektika esoterik garda depan. Kentara pula pengaruh garapan elektronik Miles Davis serta petualangan bunyi John Coltrane di tahap akhir yang keluar dari “jalur utama” jazz.

Elton Dean memainkan saxello
Elton Dean memainkan saxello

Bagi yang tidak terbiasa, rangkaian trek dalam album Drop mungkin terdengar aneh, tidak nyaman, dan “mengganggu” di telinga. Mulai dari nomor pertama “Neo Caliban Grides” yang diawali tiupan saxello (instrumen mirip saksofon sopran) kemudian berlanjut percakapan bunyi poliritmis serta tempo ireguler antara drum, saxello, bas, juga Rhodes. Pukulan drum Phil Howard menderu tanpa henti, menjangkau segala kemungkinan lewat permainan yang sangat energik (kalau bukan hiperaktif) laksana halilintar. Ia pun tampil solo dalam “Dark Swing” dengan durasi hampir dua menit. Komposisi berstruktur rumit seperti “All White”, “Slightly All the Time”, “Drop”, dan “Out-Bloody-Rageous” lahir dari tangan kibordis Mike Ratledge. Basis Hugh Hooper hadirkan satu gubahan yang terasa enigmatis, yaitu “M.C.”

Nomor pamungkas “Pigling Band” menunjukkan betapa piawai Elton Dean memainkan saxello, instrumen yang termasuk jarang dimainkan dalam sebuah band. Pada trek berdenyut swing-bebop ini, Elton tampil liar, presisi, dan intuitif, sekaligus memikat. Ibarat bahan bakar, oktannya sangat tinggi! Bagi anda penikmat jazz garda depan, free jazz, ataupun rock progresif, patut untuk menyimak album bersejarah ini, tanpa perlu khawatir ketinggalan jaman.

***

Album ini di-remaster oleh Mike King pada Oktober 2008 serta didedikasikan untuk mengenang Elton Dean (1946-2006).

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker