Review

Manu Codjia – Songlines

Album: Songlines
Label : Bee Jazz, 2007

01. Lubyes
02. Jamin’
03. Ritournelle Part 1
04. Ritournelle Part 2
05. Motion Spivari
06. N’Yack Stuff Bass Intro
07. N’Yack Stuff Suite
08. Al Blade
09. Nage Mute Prologue
10. Nage Mute Part 1
11. Nage Mute Drums Interlude
12. Nage Mute Part 2
13. Nage Mute Epilogue
14. Roc Ferec
15. Nicolas’ Clock
16. Free Al

Manu Codjia - Songlines
Manu Codjia - Songlines

Dalam album ini, gitaris asal Prancis Manu Codjia menyuguhkan sajian improvisasi jazz lewat olahan sound elektrik-sintetis, seperti yang biasa dilakukan para pendekar gitar hard rock ataupun heavy metal. Ia tampil bersama kedua rekan François Moutin (kontrabas) dan Daniel Humair (drum) guna memantapkan proyeknya yang satu ini. Nuansa Songlines cukup beragam, mulai dari melodi-melodi manis yang membuai hingga sayatan gitar penuh efek yang terasa garang, untuk memacu adrenalin.

Waktu menelusuri permainan Manu, dapat disimak acuannya terhadap gitaris-gitaris jazz-rock-fusion semisal Allan Holdsworth pada frase legato maupun Bill Frisell untuk penggunaan efek yang terdengar progresif. Selain itu, dipilihnya format trio gitar-kontrabas-drum juga cukup efektif memproyeksikan gagasan bunyi Manu yang eklektik.

Alunan swing santai pada trek pembuka “Lubyes” mengawali petualangan bunyi album ini. Sabarlah untuk menyimak intro lumayan panjang sebelum tema definitif khas Manu yang dimulai pada tengah komposisi. Jika ingin mendengar ritmis yang melaju kencang, putarlah nomor bergaya bebop “Motion Spivari” dan “Jamin’,” ketiganya tampil dengan energik serta presisi sembari bergantian solo. Indahnya alur melodi terdapat dalam komposisi balladic “Al Blade,” ada pula irama groovy pada trek “N’Yack Stuff Suite” dengan introduksi oleh François. Penikmat musik cadas bolehlah untuk mengapresiasi nomor “Roc Ferec” yang menggelegar.

Namun, sesungguhnya menu utama album Songlines terletak pada “Nage Mute” yang terbagi dalam lima trek konseptual, penuh interaksi antar pemain lewat garapan bunyi spesifik. Terkadang elusif, pun sesekali melodius dan menerawang.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker