Review

Celso Machado – Varal

Album: Varal
Label : Surucuà Art Production, 1997

01. Depois De Anos
02. Varal
03. Itaparica
04. Preguiça Na Praia
05. Taieiras
06. Ponteado Africano
07. Corpo
08. Que Fait Liê
09. Inderê Ogum
10. Katapa
11. Parazula
12. Catira
13. Virou Até Um Baião
14. Canto De Escravo

Celso Machado - Varal
Celso Machado - Varal

Patut adanya untuk menyebut  Celso Machado sebagai “mutiara hitam” – dalam ranah musik tentunya. Seperti halnya legenda sepak bola Edison Arantes do Nascimento alias Pelé, Celso adalah musisi dengan latar belakang ras Afro-Brazilian, berkulit hitam. Lebih dari 40 tahun karir bermusik dengan tampil di berbagai penjuru dunia (kini menetap di Kanada), Celso menyajikan kekayaan budaya lewat keberagaman preferensi musikal secara virtuosik. Ia adalah gitaris, perkusionis, vokalis, komposer, produser, sekaligus edukator yang cukup produkif. Banyak karyanya dalam bentuk komposisi yang telah diterbitkan dalam bentuk skor pun dimainkan oleh musisi lain.

Album Varal berisi 14 trek dengan acuan musik yang sangat variatif, di dalamnya terdapat perspektif multikultural lewat sajian ritme khas samba, chôro, baião, frêvo, juga musik Barok hingga eksperimental berbasis tradisi. Denyut bossa boleh disimak pada trek pembuka “Depois De Anos” dan “Itaparica” yang mengalun santai. Permainan gitar Celso pun mengagumkan, ia tampil solo dalam nomor bergaya klasik semisal “Ponteado Africano”, “Parazula”, dan “Catira.” Penikmat samba dapat langsung mengakses trek “Varal” serta “Taieiras” yang menampilkan interaksi call and response repetitif. Keahlian bermain alat perkusi Celso tunjukkan pada komposisi poliritmik “Katapa”, juga “Virou Até Um Baião” yang mengarah ke musik eksperimental. Semilir angin laut yang membuai dihadirkan lewat lantunan “Preguiça Na Praia” (santai di pantai – red.) yang terasa lembut.

Penutup album ini adalah trek “Canto De Escravo” (Slaves Song) untuk menghormati para budak Brasil yang bekerja pada perkebunan tebu  di masa lampau. Musiknya sederhana namun sangat programatis dan reflektif, suasana di masa itu tergambar meskipun hanya menggunakan bunyi perkusif dan lantunan vokal (chanting) saja. Sebagai tambahan, Varal berhasil masuk nominasi dalam Juno Awards 1998 di Kanada untuk kategori “Best Global Album.”

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker