Review

Jazz For Family – Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour

Album : Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour
Label : Cakrawala Musik Nusantara/GNP, 2009.

01. Burung Kakatua (Tradisional / Imam Pras (arr.))
02. Oe Oe, Oa Oa (Anthony S. / Imam Pras (arr.))
03. Aku Anak Pintar (Kak Hen / Imam Pras (arr.))
04. Desaku (L. Manik / Imam Pras (arr.))
05. Bermain Layang-Layang (NN / Imam Pras (arr.))
06. Pepaya Mangga Pisang Jambu (Adi Karso / Imam Pras (arr.))
07. Burung Ketilang (Ibu Soed / Imam Pras (arr.))
08. Kupu-Kupu (Ibu Soed / Imam Pras (arr.))
09. Burung Hantu (NN / Imam Pras (arr.))
10. Kapal Api (AF Cau Besin / Imam Pras (arr.))
11. Kapal Api (minus one) (AF Cau Besin / Imam Pras (arr.))
12. Aku Anak Pintar (minus one) (Kak Hen / Imam Pras (arr.))

Jazz For Family
Jazz For Family

“Think jazz is just for grown-ups? Think again.” Begitulah tulisan yang tertera pada sampul belakang album kompilasi Jazz for Kids: Sing, Clap, Wiggle, and Shake (Verve, 2004). Pernyataan itu benar adanya, jazz bukanlah ekslusif milik orang dewasa saja. Silakan coba trek pertama “Old McDonald,” terceloteh jenaka lewat pita suara Ella Fitzgerald dalam riuh bebop super kencang ditambah semburan trumpet Harry Edison. Atau lebih “serius” lagi dalam Dave Digs Disney (Columbia/Legacy, 1957) oleh The Dave Brubeck Quartet mengolah tema-tema musik dalam film Disney yang sejalan dengan Everybody Wants to Be a Cat: Disney Jazz, Vol. 1 (Walt Disney Records, 2011), menampilkan Roy Hargrove, Esperanza Spalding, Roberta Gambarini, Nikki Yanofsky, Joshua Redman, bahkan The Bad Plus. Pesannya adalah supaya semua kalangan, khususnya anak-anak boleh mengapresiasi jazz dengan satu syarat: menyenangkan!

Membawa misi yang sama, Anthony S. dan Galeri Anak meluncurkan album berjudul Jazz For Family: Children Songs With Jazz Flavour yang berisi ragam tembang anak-anak dalam aransemen jazz serta dapat dinikmati oleh seluruh anggota keluarga. Lagu populer semisal “Burung Kakatua,” “Kupu-Kupu,” dan “Burung Hantu,” tersaji ceria berdenyut irama jazz latin. Selaku pengaransir adalah Imam Pras yang pula turut bermain piano dan kibor. Besar pula peran Arief Setiadi yang mewarnai nomor “Pepaya Mangga Pisang Jambu” lewat hembusan flute, juga tiupan saksofon sopran dalam “Burung Ketilang” yang halus bernuansa ballad. Ia menyumbang improvisasi saksofon tenor pada lagu “Kapal Api” berirama swing, sembari terselip kutipan tema “Take the ‘A’ Train” milik Billy Strayhorn. Kalau ingin bernyanyi bersama, tersedia dua trek bonus dalam format minus one, “Kapal Api” dan “Aku Anak Pintar.”

Album ini bolehlah dipertimbangkan sebagai alternatif hiburan keluarga, dengan melihat banyak kejadian, terutama dalam media televisi yang menampilkan anak-anak pada kontes adu bakat menyanyikan lagu-lagu dewasa bertema cinta-cintaan. Pemilihan lagu dalam album ini cukup tematik dan lazim. Dari segi eksekusi bunyi, akan lebih baik lagi apabila aransemen yang terbilang variatif dimainkan pada instrumen asli, alih-alih menggunakan suara sintetis (contohnya album Sherina, Andai Aku Besar Nanti (Ceepee Productions, 1999)). Bagaimanapun, album ini adalah bentuk kepedulian pada anak-anak (di) Indonesia yang patut mendapat apresiasi.

Jazz untuk anak-anak, kenapa tidak?

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker