Review

Gretchen Parlato – The Lost and Found

Album: The Lost and Found
Label: ObliqSound, 2011

01. Holding Back the Years (Michael Hucknall /Neil Moss)
02. Winter Wind (Gretchen Parlato)
03. How We Love (Gretchen Parlato)
04. Juju (Wayne Shorter / Gretchen Parlato)
05. Still (Alan Hampton / Gretchen Parlato)
06. Better Than (Gretchen Parlato)
07. Alô, Alô (Paulinha da Viola)
08. Circling (Gretchen Parlato)
09. Henya (Ambrose Akinmusire / Gretchen Parlato)
10. In a Dream Remix (Robert Glasper / Gretchen Parlato)
11. All That I Can Say (Lauryn Hill)
12. Me and You (Josh Mease)
13. Blue in Green (Bill Evans / Meredith D’Ambrosio)
14. The Lost and Found (Dayna Stephens / Gretchen Parlato)
15. Without a Sound (Taylor Eigisti / Gretchen Parlato)

Gretchen Parlato - The Lost and Found
Gretchen Parlato - The Lost and Found

Nama Gretchen Parlato mulai ramai dibicarakan tahun 2001, waktu ia menjadi vokalis pertama yang terdaftar pada Thelonious Monk Institute of Jazz Performance. Empat tahun kemudian, Gretchen berhasil menjuarai Thelonious Monk International Jazz Vocals Competition dengan juri Quincy Jones, Flora Purim, Jimmy Scott, Al Jarreau, Dee Dee Bridgewater dan Kurt Elling. Adalah lagu milik Frank Loesser , “I’ve Never Been In Love Before” sebagai tiketnya meraih posisi puncak.

Setelah memenangkan kompetisi itu, karir Gretchen semakin melesat. Album debut Gretchen Parlato (Gretchen Parlato Music, 2005) pun berhasil dirilis, memuat delapan trek yang dominan bernuansa Brasilia. Empat tahun sesudahnya, ia meluncurkan album kedua In a Dream (ObliqSound Records, 2009), lebih kaya warna sekaligus menunjukkan kematangan olah vokal yang kian mantap.

Tahun ini Gretchen kembali meramaikan arena vokal jazz lewat album ketiga The Lost and Found (ObliqSound Records, 2011). Sebanyak 15 lagu tergarap dengan cermat dan mendetil, baik lagu yang ditulisnya sendiri maupun rendisi atas tembang R&B, jazz standar, hingga karya – karya yang tidak populer namun indah jadinya. Besar pula peran Robert Glasper selaku arranger dan produser pada album ini, pun ia turut bermain Fender Rhodes pada salah satu trek, “In a Dream Remix.”

Gretchen boleh saja hanya memiliki tiga album solo, namun dirinya telah ambil bagian sebagai penyanyi tamu pada lebih dari 50 rekaman dan proyek, antara lain bersama “dewi” kontrabas Esperanza Spalding, Terrence Blanchard, Lionel Loueke, dan Kenny Barron. Hal itu membuat Gretchen terbiasa dengan berbagai preferensi, vokalnya begitu inklusif dengan iringan band apapun tanpa menghilangkan ciri khas suaranya yang jernih, bersengau, terkadang rapuh namun begitu sempurna dalam urusan pitch.

Beat santai R&B mengalun dalam “Holding Back the Years” kepunyaan Simply Red, “All That I Can Say” yang ditulis oleh Lauryn Hill, serta tensi meningkat pada “Circling,” “Winter Wind,” juga “How We Love” ciptaan Gretchen sendiri. Penambah nikmat adalah sentuhan Fender Rhodes oleh Taylor Eigisti dan Robert Glasper. Lewat “Juju” kepunyaan Wayne Shorter, Gretchen berimprovisasi maksimal bersama saksofonis Dayna Stephens. Nomor ini punya dinamika yang sangat fluktuatif; berawal hening lalu beralih menjadi sesi improvisasi bebas seru. Detak ganjil dalam hitungan sebelas (443) ditampilkan Gretchen bersama Alan Hampton yang turut sumbang suara dan bergitar di trek “Still” (Alan biasa memainkan kontrabas saat tur bersamanya!). Acuan musik Brasilia terdapat pada “Me and You” dan kian menjadi-jadi dalam “Alô, Alô” yang memakai instrumen cuíca. Komposisi ballad Bill Evans yang melegenda, “Blue in Green,” kembali disegarkan lewat impresi hip-hop.

Kehebatan Gretchen untuk memberi makna mendalam pada lirik yang ia nyanyikan boleh disimak dalam lagu “Better Than” yang melodius, nuansa impresionistik “The Lost and Found,” serta alunan lirih nomor penutup “Without a Sound.” Secara keseluruhan, rangkaian trek di album ini benar-benar orisinil dan menyegarkan sehingga layak untuk diapresiasi. Kalau begitu, sangatlah tepat pujian Herbie Hancock untuk seorang Gretchen Parlato, “[Ia] adalah penyanyi dengan keterkaiatan yang mendalam, bahkan magis, kepada musik [yang ia mainkan].”

***

Personil

Gretchen Parlato: vokal, perkusi, lirik, aransemen
Derrick Hodge: kontrabas, bas elektrik
Taylor Eigsti: piano, Fender Rhodes, Hammond B-3
Robert Glasper: Fender Rhodes
Kendrick Scott: drum
Alan Hampton: gitar akustik, vokal
Dayna Stephens: saksofon tenor

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker