Review

Heaven on Earth – Metamorphosis

Album: Metamorphosis
Label: Demajors, 2011

1. Buenos Dias Mi Cielo (Ossa Sungkar)
2. Drum Overture (Tedjo Bhayu Adjie)
3. Song For Revina (Franky Sadikin)
4. Cheer Tear and Fear (Tedjo Bhayu Adjie)
5. Camel Rider (Tedjo Bhayu Adjie)
6. Dark Cloud (Franky Sadikin)

Heaven on Earth - Metamorphosis
Heaven on Earth - Metamorphosis

Sejak berdiri awal tahun 2000-an berlanjut rilis album pertama Musical Journey (Demajors, 2006), grup Heaven on Earth mengalami pasang surut eksistensi pada dunia industri musik tanah air. Formasi pertama digawangi oleh enam personil yang sebagian besar adalah instruktur Lembaga Pendidikan Musik Chic’s di Jakarta.

Fase baru Heaven on Earth bermula secara tak terduga. Pada sebuah acara gathering Komunitas Jazz Chic’s, pemrakarsa band ini, penabuh drum Ossa Sungkar dan pianis Tedjo Bhayu Adjie bertemu dengan basis Franky Sadikin. Setelah ketiganya melakukan jam session bebas, mereka merasa cocok satu sama lain. Tak mau menyia-nyiakan waktu, mereka kemudian memutuskan untuk menggarap proyek yang terwujud lewat album Metamorphosis ini.

Enam buah trek di dalamnya memaparkan kemahiran olah komposisi serta teknik bermain instrumen tingkat tinggi yang semakin matang. Grup ini menawarkan ide-ide segar dalam preferensi fusion progresif. Simak irama berlekuk dalam pola ritme ganjil, memadukan sound alami marimba dengan bebunyian sintetis pada trek pertama “Buenos Dias Mi Cielo” gubahan sang drummer. Berlanjut menuju “Drum Overture” yang digubah oleh Tedjo dan ia dedikasikan untuk Ossa. Pukulan drum energik dan variatif menjadi pembuka “pertarungan” seru antara drum-kibor-bas.

Sebagai pendingin suasana adalah “Song for Revina” karya Franky. Komposisi yang mengalun lembut serta melodius. Ini merupakan bentuk curahan rasa sayang Franky kepada sang buah hati. Dapat pula dinikmati sentuhan halus rangkaian nada-nada manis lewat instrumen bas elektrik. Nomor berikutnya diberi judul “Cheer, Tear and Fear”oleh si pemain kibor. Menampilkan denting piano atraktif yang didukung rapat jalinan ritmis drum dan bas. Trek kelima “Camel Rider” adalah yang terpanjang, berdurasi lebih dari 10 menit. Di bagian ini, ketiganya bereksplorasi habis-habisan, menularkan energi dengan performa prima.

Album ini ditutup lewat aksi solo Franky, terekam dalam “Dark Cloud.” Bercerita tentang awan hitam yang akan segera membasahi bumi dengan deras hujan. Menurut kedua rekannya, komposisi ini merupakan sebuah masterpiece dari Franky yang eksploratif.

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

One Comment

  1. Rasa syukur dan ucapan Terima kasih sebanyak-banyaknya saya panjatkan buat wartajazz, semua informasi di wartajazz sangatlah edukatif dan membuka mata serta telinga semua penikmat jazz baik pendengar serta praktisinya 🙂 sukses selalu buat semua 🙂 doakan kami selalu spy selalu inspiratif dan berkenan, amin (franky sadikin, bassist of Heaven On Earth)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker