Review

Béla Fleck & The Flecktones – Rocket Science

Album: Rocket Science
Label: Entertainment One Music, 2011

01. Gravity Lane
02. Prickly Pear
03. Joyful Spring
04. Life in Eleven
05. Falling Forward
06. Storm Warning
07. Like Water
08. Earthling Parade
09. The Secret Drawer
10. Sweet Pomegranates
11. Falani
12. Bottle Rocket

Béla Fleck & The Flecktones - Rocket Science
Béla Fleck & The Flecktones - Rocket Science

Béla Fleck boleh dikata sebagai pemain banjo paling gila di muka bumi. Sebabnya adalah permainan kelas wahid bertaraf virtuoso, pula inovasi ekstensif atas instrumennya tersebut. Ditambah lagi ide-ide cemerlang selaku komposer, dengan ramuan mujarab aneka preferensi musik tanpa batas. Bahkan, lewat “mesin politik” Béla Fleck & The Flecktones, ia meraih nominasi Grammy multi-kategori; jazz, bluegrass, pop, spoken word, contemporary Christian, gospel, musik klasik, hingga country.

Edannya Béla tak hanya sebatas wacana, malah semakin menjadi waktu menjalin ikatan musikal dengan basis maha dahsyat Victor Wooten, saudara kandung Victor, Roy “Future Man” Wooten sang perkusionis eksentrik, dan pemain harmonika-pianis Howard Levy, yang dijuluki Béla sebagai “the man with two brains.” Tahun 1988 adalah terbentuknya band ini, ditandai dengan rilisnya Béla Fleck and the Flecktones (Warner Bros., 1988).

Bagi pendengar Béla Fleck & The Flecktones yang mengikuti perkembangannya sejak karya perdana, album terbaru Rocket Science punya cerita tersendiri. Layaknya sebuah reuni, kembali ke formasi awal mengingat Howard sempat hengkang di tahun 1992, menyisakan “kursi kosong” yang kadang tetap kosong, ataupun diisi oleh multi-reedman Jeff Coffin (1998-2010). Kini Jeff tengah sibuk bersama Dave Matthews Band, dan kemungkinan line-up Béla-Victor-Roy-Howard akan menjadi formasi tetap untuk proyek-proyek mendatang.

Kembalinya Howard dalam grup ini seolah memberi energi baru, baik lewat permainan versatil maupun ide komposisi yang “klik” dengan personil lain. Langsung saja memutar trek penyambut “Gravity Lane” yang terasa seperti sebuah overture, berlanjut lekuk funk “Prickly Pair,” simak rapat irama banjo elektrik dan harmonika, berbalut intrik drum pula tamparan bas. Makin asyik oleh selipan atmosfir ragtime bergaya vintage.

Nikmati serunya birama ganjil “Life in Eleven,” dan nuansa padang pasir atas “Sweet Pomegranates” yang menjamin keabsahan Victor sebagai basis monster! Bolehlah untuk terjerat jaring irama “Falani,” pun improvisasi bebas pada “Earthling Parade,” kompleks sekaligus menggugah persepsi. Future Man turut memukau lewat olah suara perkusi dalam trek “The Secret Drawer,” eksekusi drumitar kian meroket, bunyinya sungguh unik.

Alih-alih pamer teknik belaka, album ini punya beberapa nomor syahdu, semisal “Joyful Spring” dengan interaksi menarik piano dan banjo, yang frasenya berkata dalam bahasa oud. Ada pula “Falling Forward,” “Storm Warning,” dan “Like Water” yang melodius, dikawal oleh sejuknya hembusan harmonika. Penuntasnya adalah “Bottle Rocket” berbahan bakar bensol, sebuah nomor blue grass modern dengan remah-remah goyangan reggae beserta olahan metrik ireguler.

Personil

Béla Fleck: banjo
Howard Levy: harmonika, piano
Victor Wooten: bas
Future Man: drum, drumitar, perkusi

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker