Review

Lars Danielsson – Liberetto

Album: Liberetto
Label: ACT Music, 2012

01. Yerevan
02. Liberetto
03. Day One
04. Orange Market
05. Hymnen
06. Svensk Låt
07. Hov arek sarer djan
08. Party on the Planet
09. Tystnaden
10. Ahdes Theme
11. Driven to Daylight
12. Blå Ängar

Lars Danielsson - Liberetto
Lars Danielsson - Liberetto

Membuka tahun 2012, kontrabasis, pemain cello, dan komposer Swedia Lars Danielsson sajikan tahap baru kekaryaan lewat album Liberetto. Seperti rilis terdahulu Pasodoble dan Tarantella (ACT Music, 2007, 2009) bersama pianis Leszek Możdżer, garapan barunya ini kental bernuansa jazz Eropa, mengolah idiom musik klasik dari perspektif strukturnya, namun tetap menyediakan ruang bagi improvisasi. Hasilnya, sebuah album yang presisi, kontemplatif, sekaligus liris dengan perhatian penuh kepada detail.

Formasi pemain di dalamnya juga punya cerita tersendiri, hanya berselang seminggu sebelum sesi rekaman, Lars dan pianis muda berbakat Tigran Hamasyan untuk pertama kalinya tampil bersama di sebuah konser. Menurut Lars, pertemuan mereka adalah sebuah awal yang luar biasa, keduanya memiliki bahasa musikal yang sejalan, “Tigran sees my music exactly the way I do and he composes music exactly the way I would do myself,” ujarnya.

Ada pula drummer Magnus Öström yang dikenal atas kiprahnya bersama Esbjörn Svensson Trio (e.s.t.), dan Lars telah lama menanti kesempatan untuk bermain dengannya. Di posisi gitar, John Parricelli turut memperkuat, ia pun sempat ambil bagian dalam Tarantella. Tak ketinggalan, trumpeter rekan Skandinavia Lars, Arve Henriksen yang memberi sentuhan lirih atas tiupannya.

Awal petualangan bunyi terdapat pada “Yerevan” berlanjut title track “Liberetto” yang mengalun lembut, pendarkan indahnya jalinan melodi sarat melankolia hingga mampu membawa ke sebuah tingkatan estetik yang reflektif. Sedikit saran: nikmati sambil pejamkan mata.

Hembusan trumpet Arve memiliki sebuah kualitas idiosinkratik, simak aksinya dalam komposisi “Day One” atau “Blå Ängar” yang elusif dan ethereal. Latar belakang Tigran yang berasal dari Armenia dihadirkan pada nomor “Orange Market” dengan fragmen-fragmen eksotis, iapun berdendang di trek “Hov arek sarer djan,” terhias gesekan cello Lars yang liris.

Mood ceria terasa waktu memutar “Party on the Planet” yang sedikit bikin goyang, nomor lainnya adalah “Driven to Daylight,” tampak intensif dialog interplay para pemain berciri trading fours. Simak solo gitar intuitif John bersama denting piano dan betotan kontrabas rancak, ditambah detak perkusif Magnus. Komposisi yang patut juga disimak, “Hymnen” lewat olah komposisi resitatif mengarah ke era Barok.

Pemain

Lars Danielsson: kontrabas, cello, Wurlitzer piano (8)
Tigran Hamasyan: piano, vokal (7)
John Parricelli: gitar
Arve Henriksen: trumpet
Magnus Öström: drum, perkusi

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker