Review

Gilad Hekselman – Hearts Wide Open

Album: Hearts Wide Open
Label: Le Chant Du Monde Records, 2011

01. Prologue
02. Hazelnut Eyes
03. One More Song
04. Flower
05. Brooze
06. Hearts Wide Open
07. The Bucket Kicker
08. Understanding
09. Will You Let It?
10. Epilogue

Gllad Hekselman - Hearts Wide Open
Gllad Hekselman - Hearts Wide Open

Untuk mendapat karir yang mapan serta menjanjikan, tidak semudah membalik telapak tangan, apalagi sebagai gitaris jazz di kota sebesar New York yang penuh tantangan pula kompetitif. Namun bagi Gilad Hekselman, penggitar muda asal Israel, keputusan dirinya hijrah ke “The Big Apple” tahun 2004 menuai hasil yang prospektif. Pemenang Gibson Montreux International Guitar Competition 2005 ini, dalam waktu tiga tahun sejak menetap di New York, telah berbagi panggung dengan musisi top seperti Anat Cohen, Greg Hutchinson, Gretchen Parlato, Jeff “Tain” Watts, François Moutin, di antaranya.

Bersama kontrabasis Joe Martin pula drummer Marcus Gilmore dan Ari Hoenig, Gilad membentuk trio yang kemudian menghasilkan album debut SplitLife (Smalls Records, 2006) diteruskan rilis kedua Words Unspoken (LateSet Records, 2009). Kini, langkahnya kian mantap dengan karya ketiga Hearts Wide Open, semakin matang dalam olah komposisi pun hadirkan bunyi gitar lebih spesifik.

Layaknya sebuah narasi, album ini dibuka dengan “Prologue” dan berakhir sebuah “Epilogue,” pada kedua nomor tersebut, Gilad memberi sentuhan khas lansekap Americana. Barulah ketika menyimak “Hazelnut Eyes” ia menampilkan signature style lewat sound jernih serta untaian melodi sarat indeterminasi. Joe dan Marcus turut berkontribusi melalui goyangan ritme kompleks nan groovy.

Saksofonis tenor Mark Turner memulai aksinya dalam “One More Song” yang konstruksinya mengacu pada musik tarian, hembusannya sebagai pembuka tema, sebelum Gilad menyuarakan solo ekstensif yang presisi dan emansipatoris. Balutan swing meliputi nomor “Brooze,” terasa garingnya petikan gitar agak distorsif, sedangkan Marcus menunjukkan kelihaian insting motoriknya.

Nuansa elusif tampak pada title track “Hearts Wide Open” yang berpreferensi improvisasi bebas, tempo fluktuatif pula eksplorasi instrumen penuh intensitas. Hal serupa dapat dinikmati di komposisi “Will You Let It?” terselip gesekan kontrabas Joe sebagai aksen. Nomor lain yang mengundang selera adalah “The Bucket Kicker,” berdetak sinkopatik pula dialog versatil antar pemain, juga ekstensi ballad “Understanding” yang alunannya begitu melenakan.

Pemain

Gilad Hekselman: gitar
Mark Turner: saksofon tenor
Joe Martin: kontrabas
Marcus Gilmore: drum

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker