Review

Ulf Wakenius – Vagabond

Album: Vagabond
Label: ACT Music, 2012

01. Vagabond
02. Message in a Bottle
03. Bretagne
04. Psalmen
05. Breakfast in Baghdad
06. Song for Japan
07. Birds and Bees
08. Praying
09. Chorinho
10. Witchi-Tai-To
11. Encore

Ulf Wakenius - Vagabond
Ulf Wakenius - Vagabond

Menelusuri jejak karya gitaris asal Swedia Ulf Wakenius, dapat dicermati bahwa ia punya hasrat untuk aktualisasi diri dalam petualangan bunyi. Mulai dari album Venture (1992), kongsinya dengan legenda jazz Ray Brown juga Oscar Peterson, interpretasi musik Keith Jarret dan rekan senegara Esbjörn Svensson dalam Notes from the Heart pun Love is Real (ACT Music, 2006, 2008), mengusung gypsy jazz bersama Hot Club De Norvège, berikut rangkuman karirnya melalui dua keping Signature Edition 2: Ulf Wakenius.

Kini Ulf kembali beraksi di rilis teranyar Vagabond, memuat sebelas trek kaya cita rasa dari berbagai elemen tradisi musik penjuru dunia. Kolaborator utama pada album ini ialah Vincent Peirani, jagoan akordeon dari Perancis dan kontrabasis-cellis Lars Danielsson yang juga kawan lama Ulf. Simak nomor pembuka sekaligus title track bernuansa Afrika utara “Vagabond,” teraksen pukulan darbuka definitif oleh Michael Dahlvid.

Melengkapi line-up pemain ialah chanteuse Youn Sun Nah melagukan balada “Message in a Bottle” milik The Police, ditambah lekukan gitar Nguyên Lê yang berbisik sayu. Ada pula nomor virtuosik “Breakfast in Baghdad,” tampil dalam kecepatan tinggi, sinkopatik, pun presisi oleh Ulf, Lars, dan Vincent. Kesan oriental kentara sekali waktu “Song for Japan” mulai dimainkan, beralih bluesy untuk trek duet gitar “Birds and Bees,” mengajak putera Ulf, Eric Wakenius.

Sensualitas Amerika Latin tampak dalam acuan flamenco “Praying” serta “Chorinho” yang berbunyi bossa pula tango, solo kontrabas Lars menghiasi rekat permainan gitar Ulf dan sengau akordeon Vincent dengan penuh intuisi. Preferensi bluegrass juga musik Indian bersinergi lewat trek “Witchi-Tai-To” diteruskan gitar tunggal “Encore” sebagai penuntas album ini.

Kehangatan kota Paris digambarkan secara deskriptif di nomor “Bretagne,” juga sebagai unjuk kebolehan Vincent. Sedangkan Lars sumbang karya “Psalmen,” mengalir elusif bernafaskan musik kamar, nikmati indahnya melodi sendu yang terucap silih berganti dalam petikan gitar, cello, dan akordeon.

Personil

Ulf Wakenius: gitar, oud, chant
Vincent Peirani: akordeon, accordina, vokal
Lars Danielsson: kontrabas, cello

Eric Wakenius: gitar
Michael Dahlvid: darbuka, cajón

Youn Sun Nah: vokal (2)
Nguyên Lê: gitar elektrik (2)

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker