Review

The Dirty Dozen Brass Band – Twenty Dozen

Album: Twenty Dozen
Label: Savoy Jazz, 2012

01. Tomorrow
02. Jook
03. Best of All
04. Git Up
05. Don’t Stop the Music
06. We Gon’ Roll
07. Trippin’ Inside a Bubble
08. Paul Barbarin’s Second Line
09. E-Flat Blues
10. When the Saints Go Marching in
11. Dirty Old Man

The Dirty Dozen Brass Band - Twenty Dozen
The Dirty Dozen Brass Band - Twenty Dozen

Dengan rilisnya album terkini Twenty Dozen, adalah sebuah pertanda bahwa The Dirty Dozen Brass Band memasuki tahun ke-35 kebersamaan mereka dan tepat selusin daftar diskografi band asal New Orleans ini. Di album ini pula, sejumlah komposisi baru tercipta, setelah rintisan terdahulu What’s Going On (Shout! Factory, 2006).

Sejak 1977, Dirty Dozen merupakan kumpulan musisi yang berperan merevolusi gaya brass band khas New Orleans, dengan paduan elemen funk, bebop, soul, fusion, pula acuan Jam Band dalam penampilan mereka yang atraktif. Trek pembuka “Tomorrow” melancarkan goyang ska lewat adukan gitar spesifik, ditambah selipan seksi tiup meliputi beat groovy yang konsisten. Nikmatnya sinkopasi funk menjadi menu utama ketika memutar “Jook,” “We Gon’ Roll,” serta skala minor “Trippin’ Inside a Bubble.”

Semburan trumpet menghiasi aransemen “Don’t Stop the Music” kepunyaan Rihanna berikut sentuhan bluesy saksofon tenor dan kompaknya brass section. Nuansa calypso terdapat pada komposisi “Best of All,” sedangkan tema festival khas New Orleans kental sekali dalam “Paul Barbarin’s Second Line” menampilkan tiupan sousafon yang definitif. Tempo meningkat di trek berikutnya, “E-Flat Blues” yang sangat meriah!

Identitas kota “The Big Easy” terungkap jelas tanpa kompromi ketika laju “When the Saints Go Marching in” mulai dimainkan, seolah hadirkan kembali hangatnya senyum besar Louis Armstrong. Twenty Dozen diakhiri lewat sajian hip hop funky “Dirty Old Man” yang efek goyangannya tak dapat dihindari. Simak penggalan lirik “I’m a Dirty Old Man, and I Feel Like Spankin’ Somebody,” di bagian akhir, cara yang unik untuk menutup jumpa album ini.

Personil

Roger Lewis: saksofon bariton
Gregory Davis: trumpet, cornet, flugelhorn
Efrem Towns: trumpet, flugelhorn
Kirk Joseph: sousafon
Jake Eckert: gitar
Kevin Harris: saksofon tenor, perkusi
Corey Henry: trombon
Nigel Hall: organ
Terence Higgins: drum, perkusi
Jermal Watson: tamborin

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker