Review

Abdullah Ibrahim – A Celebration

Album: A Celebration
Label: ENJA Records, 2005

01. Ntsikana’s Bell
02. Ishmael
03. The Perfumed Garden Wet With Rain
04. Imam
05. Saud
06. Earth Bird
07. African Marketplace
08. Ancient Cape
09. The Mountain
10. Siya Hamba Namhlanje
11. Mannenberg Revisited
12. Mindif
13. Calypso Minor (Remix)

Abdullah Ibrahim - A Celebration
Abdullah Ibrahim – A Celebration

Domain jazz Afrika Selatan atau lebih spesifik dikenal sebagai Cape Jazz, pastinya sangat terasosiasi dengan seorang figur bernama Abdullah Ibrahim. Terlahir Adolph Johannes Brand tahun 1934, Abdullah konon memiliki nama rekanan Dollar Brand, sebelum ia memeluk agama Islam di era 1970-an. Soal pengalaman bermain, ia pernah berkongsi dengan legenda jazz Duke Ellington, Billy Strayhorn, John Coltrane, Ornette Coleman, juga Don Cherry, di antaranya.

Instrumen utama Abdullah adalah piano, namun ia pun cakap bermain saksofon, flute, serta alat musik tradisi dari penjuru dunia. Musik yang diusungnya tak pernah bersekat genre tertentu; baik jazz, gospel, musik klasik, raga, Arab, oriental, dan tentu beragam bunyi tanah kelahirannya, Afrika. Sebagai komposer, Abdullah dikenal teliti dan memperhatikan betul perihal keseimbangan juga kekuatan bunyi yang dapat menyembuhkan.

Seperti tajuknya, album A Celebration ini dirilis untuk merayakan ulang tahun Abdullah ke-70, sebanyak 13 trek di dalammnya adalah kompilasi dari karya-karya terdahulu yang fenomenal antara tahun 1973-1997. Mengawali pertemuan, nomor “Ntsikana’s Bell” berformat duet Abdullah dengan kontrabasis Johnny Dyani, tembang meditatif berisi kalimat doa. Selanjutnya terdengar bunyi saksofon sopran berskala minor sang empunya album teriring kontrabas pula drum.

Nuansa Arab bertemu geliat funk dan bebop hadir lewat trek “Imam,” tema utamanya dimainkan oleh saksofonis alto Talib Qadr. Penggemar Sonny Rollins akan langsung tersenyum waktu memutar nomor “African Marketplace” dengan indikasi ritme meriah calypso, sedangkan komposisi “Mountain” paparkan sejuknya hawa pegunungan melalui nada-nada indah flute Carlos Ward yang membawa kepada sampul depan album.

Nyanyian khas Afrika Johnny Classens Kumalo terdengar lantang atas lagu “Siya Hamba Namhlanje” yang otentik, beralih nomor seminal “Mannenberg Revisited” pula lapisan orkes gesek pada komposisi elegan “Mindif.” Aksi tunggal Abdullah terdapat dalam dua solo piano, acuan impresionistik “The Perfumed Garden Wet With Rain” dan laju retrospektif “Ancient Cape.” Sebagai konklusi adalah remix  untuk “Calypso Minor” dengan bunyi mendecit DJ Explizit.

Pemain

Abdullah Ibrahim: piano, vokal, saksofon sopran, bamboo flute

John Betsch: drum
Roy Brooks: drum
Belden Bullock: bas
Johnny Classens Kumalo: vokal
Charles Davis: saksofon
Johnny Dyani: bas
Essiet Okun Essiet: bas
Ricky Ford: saksofon
George Gray: drum
Craig Handy: saksofon
Billy Higgins: drum
Cecil McBee: bas
Talib Qadr: saksofon
Ben Riley: drum
Carlos Ward: saksofon, flute
DJ Explizit: turntables

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker