Review

Marcel Khalifé – Taqasim

Album: Taqasim
Label: Nagam Records, 2006

1. Part One
2. Part Two
3. Part Three

Marcel Khalifé - Taqasim
Marcel Khalifé – Taqasim

Di antara segelintir maestro oud ternama dari jazirah Arab, semisal Anouar Brahem dan Dhafer Youssef asal Tunisia dan rekan senegara Rabih Abou-Khalil, komplimen harus diberikan kepada seorang Lebanon  Marcel Khalifé. Walaupun mereka sejalan dalam hal keterbukaan preferensi musik dan ekspansi teknis oud itu sendiri, namun distingsi Marcel adalah jiwa yang pemberontak tak hanya dalam kekaryaan tetapi pula perannya sebagai aktifis kaum tertindas. Tahun 2005, ia dianugerahi UNESCO Artist for Peace di Paris.

Marcel telah lama menjalin relasi dengan penyair Palestina Mahmoud Darwish (1964-2008) yang dikenal atas karya-karya revolusioner dan kritis. Lewat album Taqasim ini, Marcel terilhami oleh puisi-puisi Mahmoud yang kemudian ia hadirkan kembali dalam bentuk komposisi tiga bagian. Alih-alih sebagai musikalisasi puisi, ia menyebutnya sebagai “… re-kreasi atas apa yang puisi Mahmoud ciptakan di dalam sanubari saya,” ujar Marcel.

Terminologi “taqasim” (taqsīm) secara spesifik adalah improvisasi musik atas sistem penalaan maqam serta menjadi bagian integral dalam khazanah musik Arab. Untuk sesi Taqasim, Marcel memainkan oud bersama kontrabasis Peter Herbert dan puteranya Bachar Khalifé di seksi perkusi.

Terbagi menjadi masing-masing dua puluh menit, sedari awal hingga akhirnya, Taqasim memberi sajian menggugah rasa dan nalar bahkan sampai kepada tataran spiritual. Musiknya absolut, tanpa referensi ekstra-musikal namun justru sangat programatis berkat permainan ketiganya yang masterful. Konstruk musik kamar, simfonik, hingga interaksi dialogis antar instrumen secara organik mampu untuk mencuri atensi lewat pengalaman aural melebihi sekat-sekat linguistik.

Frase-frase melodik yang dikalimatkan oud dan kontrabas kemudian direkatkan oleh tepuk perkusi yang seolah menjadi jembatan. Uniknya, Marcel bermain oud dalam register bawah, atas landasan filosofis “dimensi keagungan maya yang kerap luput dari telinga pendengar – untuk mengekspresikan jalinan luhur antara musisi dan penyair,” jelasnya.

“I was born like everyone is born…
I have a view of my own and an extra blade of grass.
I have a moon past the peak of words.”
– Mahmoud Darwish

Pemusik

Marcel Khalifé: oud
Peter Herbert: kontrabas
Bachar Khalifé: perkusi

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker