Review

Cyminology – Saburi

Album: Saburi
Label: ECM Records, 2011

1. Sibaai
2. Saburi
3. Shakibaai
4. Norma
5. As Maa
6. Nemibinam
7. Hedije
8. Hawaa

Cyminology - Saburi
Cyminology – Saburi

Terbentuk sejak Februari satu dasawarsa lalu, grup multinasional yang bermarkas di Berlin ini konsisten untuk hadirkan olah bunyi distingtif secara interkultural. Dinamakan Cyminology, ialah seniman vokal Cymin Samawatie (Iran), Benedikt Jahnel dan Ralf Schwarz (piano dan kontrabas, Jerman), serta drummer/perkusionis Ketan Bhatti dari India. Hingga kini, mereka telah merilis lima album dimulai Get Strong (2002), Per Se dan Bemun (Doublemoon Records, 2005, 2007) juga As Ney serta Saburi (ECM, 2009, 2011).

Keunikan Cyminology, selain diferensiasi latar belakang budaya personilnya, adalah lantunan vokal Cymin yang otentik, melagukan lirik dalam bahasa Farsi. Namun tidak berhenti di situ, justru yang terpenting ada dalam interaksi musikal kolektif hasilkan bunyi sarat kekinian pula orisinil.

Alih-alih berformat vokal dengan pengiring, keempatnya setara untuk meleburkan elemen-elemen bunyi sehingga menjadi kesatuan utuh. Konstruk musik kamar lewat rajutan modus dan metrik Persia juga selipan improvisasi episodik merupakan acuan utama Cyminology dalam garapan komposisinya.

Berawal “Sibaai” lewat ciri ritme ostinatik dan olah suara resitatif Cymin menuju title track spasial “Saburi,” kemudian ada pula disonansi “As Maa” terwakilkan oleh gesekan rapuh sul ponticello Ralf lewat kontrabasnya bersama teknik string piano Benedikt, memberi ruang bicara untuk vokal dan perkusi. Rekognisi atas pelagu Inggris Norma Winstone yang dikenal atas improvisasi tanpa kata, dinyatakan pada nomor elusif  “Norma.”

Tepuk perkusi Ketan membuka sesi “Nemibinam” berikut olah vokal berlekuk mikrotonal Cymin meliputi jalin kontrapung Ralf, dilanjutkan pendaran melodi manis “Hedije.” Sebagai konklusi adalah trek berjudul “Hawaa” yang kental bernuansa jazz Eropa.

Musisi

Cymin Samawatie: vokal
Benedikt Jahnel: piano
Ralf Schwarz: kontrabas
Ketan Bhatti: drum, perkusi

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
WhatsApp Perlu bantuan?