Review

Rabih Abou-Khalil – Hungry People

Album: Hungry People
Label: World Village Records, 2012

01. Shrilling Chicken
02. When the Dog Bites
03. A Better Tomorrow
04. Banker’s Banquet
05. Dreams of a Dying City
06. Fish and Chips and Mushy Peas
07. Hats and Cravats
08. When Frankie Shot Lara
09. If You Should Leave Me
10. Shaving is Boring, Waxing is Painful

Rabih Abou-Khalil - Hungry People
Rabih Abou-Khalil – Hungry People

Komposer merangkap pemain oud veteran asal Lebanon, Rabih Abou-Khalil dikenal atas perangai musiknya yang multikultur. Walaupun seorang empu atas instrumennya dan faham betul soal kaidah-kaidah bunyi timur tengah, namun ia merupakan salah satu figur penting dari apa yang disebut world music. Sejak akhir 1970-an Rabih telah berkolaborasi dengan sejumlah musisi lintas bangsa dan genre.

Menyusul rilis terdahulu yang bersumber narasi historis Trouble in Jerusalem (ENJA, 2010), kini dirinya luncurkan karya terbaru berjudul Hungry People. Jika di album sebelumnya yang melibatkan formasi orkestra, pada Hungry People sang maestro tampil dalam bentuk kuintet bersama rekan-rekan musisi yang telah berkolaborasi sejak 16 tahun lalu. Mereka adalah saksofonis Gavino Murgia, peniup tuba merangkap basis Michel Godard, serta Luciano Biondini di akordeon dan perkusionis/drummer Jarrod Cagwin.

Dengan pertama kali melihat tajuk dan sampul depan album tampak unsur parodi dan humor yang ingin mereka kemukakan. Dan benar saja, ketika memutar trek pembuka “Shrilling Chicken,” suara kokok ayam menjadi awal petualangan yang penuh cerita. Nuansa komikal berlanjut pada “When the Dog Bites” lewat beat sinkopatik dan hitungan metrik birama ganjil oleh laju melodi Rabih juga Luciano.

Nomor seru lainnya adalah “Banker’s Banquet” dan “Fish and Chips and Mushy Peas” sembari suguhkan duel improvisasi tuba Michel dengan Gavino yang bermain saksofon sekaligus beratraksi throat singing. Sebagai pemegang kendali ritmik, Jarrod tak hanya mengamankan laju irama tetapi ia pun berperan banyak lewat pukulan-pukulan sarat tekstur.

Keunikan warna suara instrumen bernama serpent ditiupkan Michel dalam komposisi “If You Should Leave Me” yang dibalas Rabih dengan frase oud otentik miliknya. Walaupun tema utamanya adalah humor, namun album ini menyertakan pula dua nomor kontemplatif; bisikan “Dreams of a Dying City” serta pengharapan “A Better Tomorrow” yang dimainkan sangat bersahaja.

Tak mau sekedar berkeluh kesah atas segala problematika hidup atau hanya meratapi nasib, Kelimanya menutup lewat ajakan ceria pula satir “Shaving is Boring, Waxing is Painful,” sejalan dengan ucapan Rabih, “Musik sejatinya adalah soal kegembiraan dan tentunya ia paling mudah dinikmati saat kita tertawa,” tuturnya.

Musisi

Rabih Abou-Khalil: oud
Gavino Murgia: saksofon sopran, vokal
Michel Godard: tuba, bas, serpent
Luciano Biondini: akordeon
Jarrod Cagwin: drum, perkusi

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker