Review

Eric Schaefer – Who is afraid of Richard W.?

Album: Who is afraid of Richard W.?
Label: ACT Music, 2013

01. Prelude to a Prelude
02. Walküre
03. Waldweben
04. Lohengrin I
05. Siegfried Idyll
06. Isoldes Verklärung
07. Nietzsche in Disguise
08. Tannhäuser
09. Amazingly Slow
10. Dante Sonata
11. Love and Death
12. Tristan
13. Lohengrin II

Eric Schaefer - Who is Afraid of Richard W.
Eric Schaefer – Who is Afraid of Richard W.

Andaikan album Who is afraid of Richard W.? ini dilansir oleh Eric Schaefer pada awal peralihan tahun 1930/40-an di Jerman, besar kemungkinan ia akan mendapat “sanjungan” entartete Kunst (seni degeneratif—red.) langsung oleh Adolf Hitler dan Joseph Goebbels tanpa kompromi. Alasannya jelas: Richard Wagner (1813-1883) adalah komposer favorit Hitler, pun ia terobsesi dengan musik buatan Wagner sejak umur 12 tahun!

2013 merupakan peringatan 200 tahun hari kelahiran Wagner, sehubungan dengan itu label ACT Music luncurkan dua album tematik Wagnerian—Who is afraid of Richard W.? dan Parsifal—yang disebut terakhir milik kontrabasis Dieter Ilg. Bedanya, Dieter mendekonstruksi satu judul opera berformat akustik total piano trio, sedangkan Eric meramu sederet karya Wagner dalam bunyi eklektik khususnya penggunaan instrumen elektronika juga pendekatan multifaset.

Sebelum rilis gresnya ini, Eric tergabung sebagai drummer pada trio [em] bersama pianis Michael Wollny dan pemetik kontrabas Eva Kruse. Kini ia menjadi leader album serta didukung oleh Tom Arthurs (trumpet/flugelhorn), John Eckhardt (bas) dan kibordis Volker Meitz. Menabuh drum sembari menjelajah bebunyian sintetis, Eric dan ketiga rekan hidangkan kembali musik Wagner secara kekinian juga sarat petualangan.

Bermula komposisi elektro-akustik “Prelude to a Prelude” yang bernuansa enigmatis, band ini melaju kepada re-interpretasi “Walküre” dalam goyangan reggae, semburan trumpet berefek delay pun frase organ soulful yang dapat membuat Hitler melakukan Brazilian waxing pada kumisnya! Atau sebaliknya, bertukar kumis dengan Friedrich Nietzsche sehabis mendengar groove ska bercampur gamelan dubstep atas “Nietzsche in Disguise.”

Simak pula dengung mikrotonal di nomor “Amazingly Slow” serta komposisi berciri rock progresif “Dante Sonata” hingga “Lohengrin II” sebagai penutup. Preferensi avant-garde terdengar pula saat memutar trek “Tristan” yang misterius, transfigurasi “Isoldes Verklärung” dan finalisasi tragis kisah cinta Tristan und Isolde atas “Love and Death.”

Who is afraid of Richard W.? Not me.

Musisi

Eric Schaefer: drum, elektronika
Tom Arthurs: trumpet, flugelhorn
Volker Meitz: organ, Fender Rhodes, kibor
John Eckhardt: bas

 

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker