Review

Uri Caine – Meshuggeh

Album: Meshuggeh
Label: Musica Jazz, 2012

01. Hava Nagila
02. Mozart Piano Sponata in C Major
03. Go Deep
04. This is a Thing Called Love
05. Round Midnight
06. Otello
07. Desdemona’s Lament
08. It Don’t Mean a Thing
09. At the Beach
10. I’m Meshuggeh for My Sugah
11. Adagietto

Uri Caine - Meshuggeh
Uri Caine – Meshuggeh

Musisi kelahiran Philadelphia Uri Caine selain permainan pianonya yang canggih, juga gemar untuk “bongkar-pasang” nomor-nomor mapan milik komposer klasik dari Bach sampai Mahler. Tak jarang ulahnya itu menimbulkan kontroversi atau dianugerahi cap radikal oleh para pemilik telinga puritan. Di samping predikat-predikat tersebut, Uri merupakan penggubah jempolan yang karyanya dapat ditemukan mulai dari format orkestra hingga instrumen solo seperti album bertajuk Meshuggeh ini.

Berjumlah sebelas nomor, trek dalamnya dimainkan Uri seorang diri sembari menafsir ulang komposisi terdahulu secara eklektik dan mengejutkan. Pada rendisi pembuka “Hava Nagila” (הבה נגילה) ia langsung mendemonstrasikan versatilitas pianistik atas folk song Yahudi yang biasa terlampir pada ritus Bar Mitzvah tersebut; simak koordinasi kedua tangan berikut sepuluh jarinya merambah tuts hitam-putih tanpa ampun.

Kalau judul asli “Piano Sonata No. 16 in C major, K. 545” tak lain kepunyaan Mozart, maka Uri menyebutnya dengan “Mozart Piano Sponata in C Major.” Pun, setelah menyimak garapannya akan membuat julukan “Sonata facile” atas buatan Mozart tadi sangat masuk akal (bagi para pianis amatir). Sejumlah nomor standar pula dimainkan, semisal poliritmik “This is a Thing Called Love,” alunan ballad “Round Midnight” dan laju swing asimetris “It Don’t Mean a Thing.”

Terdapat juga title track “I’m Meshuggeh for My Sugah” yang terdengar seperti nomor piano Béla Bartók dengan perisa latin serta dekonstruksi Otello gubahan Verdi termasuk “Desdemona’s Lament” saat denting piano Uri mulai melantun. Kemudian beralih sedikit bluesy untuk “At the Beach” album ini berakhir lewat rendisi puitis “Adagietto” yang terambil dari mahakarya Mahler yaitu bagian keempat Simfoni No.5.

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker