Review

Sarah Vaughan – After Hours

Album: After Hours
Label: Roulette Records, 1961

01. My Favorite Things
02. Ev’ry Time We Say Goodbye
03. Wonder Why
04. Easy to Love
05. Sophisticated Lady
06. Great Day
07. Ill Wind
08. If Love is Good to Me
09. In a Sentimental Mood
10. Vanity
11. Through the Years

Sarah Vaughan - After Hours
Sarah Vaughan – After Hours

Di kalangan connoisseur jazz terutama untuk vokal wanita, nama Sarah Vaughan tentu menjadi salah satu acuan, setara dengan Billie Holiday, Ella Fitzgerald, Carmen McRae dan Betty Carter—di antaranya, dalam hal keunikan performa maupun sentuhan personal atas lagu yang dinyanyikan.

Sarah, yang mendapat predikat ‘Sassy,’ dikenal lewat vokal merdu sehalus sutra, jangkauan register luas ditambah cengkok spesifik berikut vibrato rentang tiada dua. Deskripsi verbal tidaklah cukup untuk menyuarakan bagaimana Sarah bernyanyi. Untuk menilainya hanya dapat dilakukan dengan menyimak sejumlah rekaman, atau bagi sedikit yang beruntung, para saksi mata (dan telinga) penampilan langsung Sarah.

Berbeda dengan sesi rekaman Sarah yang relatif flamboyan pula energik, teriring ansambel ukuran sedang atau besar (big band), di album After Hours ini formatnya minimalis, tak lebih dari sepasang instrumentalis yaitu Mundell Love (gitar) dan George Duvivier (kontrabas). Sebanyak 11 nomor dibawakan secara mendetil dan intim, merepresentasikan ballad dalam kondisi idealnya.

Direkam pada awal 1960-an, tembang pembuka “My Favorite Things” merupakan anti-tesis untuk rendisi John Coltrane yang radikal sebagaimana dalam album berjudul sama (My Favorite Things, Atlantic Records, 1961). Di nomor tersebut, tampak Sarah mendemonstrasikan lantunan cantabile yang menjadi signature style miliknya, sedangkan Mundell dan George suguhkan iringan empatik yang berlanjut hingga “Ev’ry Time We Say Goodbye” serta “Sophisticated Lady.”

Satu-satunya nomor berlaju cepat adalah “Great Day” ketika vokal Sarah mulai mengayun di atas fondasi walking bass George yang presisi. Jika pendengar memiliki ekspektasi bahwa rasa swing hanya akan muncul dalam formasi big band, patut untuk menyimak sajian “Easy to Love” terhias jentikan jari Sarah. Menuju tembang bluesy “Ill Wind,” “In a Sentimental Mood” sampai trek penutup berciri vokal operatik “Through the Years,” album ini secara tepat mewujudkan julukan lain Sarah Vaughan: The Divine One.

Pemusik

Sarah Vaughan: vokal
Mundell Love: gitar
George Duvivier: kontrabas

 

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker