Review

Helen Sung – Anthem for a New Day

Album: Anthem for a New Day
Label: Concord Records, 2014

01. Brother Thelonious
02. Armando’s Rhumba
03. Hidden
04. It Don’t Mean A Thing (If It Ain’t Got That Swing)
05. Hope Springs Eternally
06. Anthem For A New Day
07. Never Let Me Go
08. Chaos Theory
09. Epistrophy
10. Equipoise

Helen Sung - Anthem for a New Day
Helen Sung – Anthem for a New Day

Beranjak dari format trio pada album terdahulu (re)conception (Steeplechase Records, 2011), rilis terkini Helen Sung bertajuk Anthem for a New Day menampilkan olah bunyi memikat sang pemilik album bukan hanya sebagai pianis namun pula bandleader, pengaransir dan komposer.

Mengusung konfigurasi sextet (ditambah beberapa musisi tamu), Helen lampirkan sepuluh nomor perpaduan antara komposisi orisinil dan aransemen atas jazz standar yang digarap teliti serta narasi musikal multifaset. Skuat pendukung album ini terdiri dari saksofonis Seamus Blake, peniup trumpet Ingrid Jensen, Reuben Rogers di kontrabas, juga Obed Calvaire dan Samuel Torres pada drum dan perkusi.

Salam pembuka “Brother Thelonious” menyambut pendengar lewat groove rileks pada awalnya, kemudian beralih mengayun saat Ingrid mulai beraksi. Tak lama berselang, giliran Seamus ambil bagian solo lantas berpindah tangan kepada Helen dan Reuben. Luwesnya peralihan denting piano Helen menuju bunyi Rhodes tampak dalam “Hidden” sambil berikan ruang luas bagi Ingrid dan gesek violin Regina Carter.

Lihai jemari Helen yang dimilikinya atas latar belakang musik klasik yang lama ia geluti dapat disimak pada kover “It Don’t Mean A Thing (If It Ain’t Got That Swing)” dalam intrikasi polifoni rapat berformat trio, pun Reuben dan Obed menjaga laju cepat secara presisi. Sebuah rendisi ballad “Never Let Me Go” sajikan ekstase bunyi dengan impresi pianistik Bill Evans, McCoy Tyner dan Keith Jarrett ditambah torehan warna Ingrid dan Regina.

Lain dari tipikal rendisi Monk pada umumnya, Helen menggarap “Epistrophy” dengan introduksi free-flow oleh rentak drum Obed, lalu perlahan naikkan tensi menuju lekuk funk sedatif. Seperti judulnya, trek “Chaos Theory” hadirkan metrik kompleks yang meledak ke segala arah, ditampilkan virtuosik oleh Helen dan Seamus lewat hembusan maut saksofon tenornya. Patut disimak pula, improvisasi kolektif dalam title track “Anthem For A New Day” sematkan tiup klarinet bas John Ellis menggiring pada geliat sinkopatik pemacu adrenalin.

Melengkapi aneka preferensi bunyi album ini adalah interplay sensual Helen dan klarinetis prominen Paquito D’Rivera, dalam kerangka beat Afro-Cuban “Armando’s Rhumba” yang berhasil menghasut saraf motorik penggoyang badan. Ikuti irama dan jalin melodinya yang mustahil untuk diabaikan.

Pemusik

Helen Sung: piano, Fender Rhodes
Seamus Blake: saksofon sopran & tenor
Ingrid Jensen: trumpet
Reuben Rogers: kontrabas
Obed Calvaire: drum
Samuel Torres: perkusi

John Ellis: klarinet bas (trek 6)
Regina Carter: violin (trek 3, 7)
Paquito D’Rivera: klarinet (trek 2)

Tags

Thomas Y. Anggoro

Lulusan ISI Yogyakarta. Telah meliput festival di berbagai tempat di Indonesia dan Malaysia.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker